Dark/Light Mode

ASEAN Diminta Jadi Juru Damai Konflik Korea

Minggu, 6 Desember 2020 10:10 WIB
Duta  Besar  Korea  Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-sung

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia terus mengupayakan perdamaian di Semenanjung Korea. Pasalnya, perdamaian di wilayah itu tidak hanya bermanfaat bagi kedua Korea. Tapi juga seluruh negara di Asia.

Duta Besar Korea Selatan (Dubes Korsel) untuk Indonesia Park Tae-sung meminta Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) turut berperan dalam upaya mewujudkan perdamaian tersebut.

Park juga meminta ASEAN mendukung terpeliharanya keamanan di Semenanjung Korea. Menurut dia, upaya mewujudkan perdamaian yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di Semenanjung Korea, memberikan dampak penting. Termasuk, berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya sangat berharap ASEAN dan Indonesia terus terlibat dalam upaya damai di Semenanjung Korea,” ujar Dubes Park dalam diskusi virtual bertajuk Advancing Peace on the Korean Peninsula: Dynamic Changes, Prospects and Challenges yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), belum lama ini.

Baca Juga : Tersangka Kasus Korupsi Bansos, Adi Wahyono Serahkan Diri Ke KPK

Dubes Park juga menyoroti juga upaya yang dilakukan beberapa anggota ASEAN. Yakni Indonesia, Singapura dan Vietnam, dalam membantu menyelesaikan konflik di Semenanjung Korea.

Menurut Park, Indonesia mempunyai peranan besar menyatukan tim olahraga dari Korea Selatan dan Korea Utara saat Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Untuk pertama kalinya, kedua negara itu mengikuti kompetisi olahraga tingkat kawasan dalam satu tim di bawah nama Korea.

Sedangkan Singapura dan Vietnam, telah menyediakan ruang dialog yang aman dan kondusif bagi Pemimpin Korea utara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sehingga, keduanya dapat memulai perundingan perdamaian untuk Semenanjung Korea, serta upaya membebaskan wilayah itu dari ancaman senjata nuklir.

Terkait hal itu, Direktur asia Timur dan Pasifik Kementerian luar negeri (Kemenlu) Santo Darmosumarto memastikan, Pemerintah Indonesia akan terus mendukung upaya perdamaian di Semenanjung Korea. Misi itu, menurutnya, merupakan amanah Konstitusi.

Baca Juga : Penyandang Disabilitas Merasa Dianak-tirikan

Hubungan erat dengan Korsel dan Korut, menurut Santo, menjadi modal untuk meningkatkan peran Indonesia dalam upaya menjaga situasi damai di Semenanjung Korea.

“Indonesia tidak hanya punya hubungan historis dan relasi yang kuat dengan Korea Selatan dan Korea utara, tetapi mendukung upaya damai merupakan bagian dari pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia,” jelas Santo.

Pendiri FPCI Dino Patti Djalal kagum dengan mentalitas Korea utara yang luar biasa menghadapi situasi ketegangan di Semenanjung. Mantan Wakil Menteri Luar Negeri itu menganggap Korea Utara adalah negara Asia yang eksotis. Hal itu didasarkan pada pengalamannya saat berkunjung ke negara tersebut.

Dino mengunjungi Korea Utara bersama dengan delegasi dari sejumlah negara. Termasuk Selandia Baru. “Level mentalitas Korea Utara luar biasa. Ketika dikelilingi mereka siap untuk menyerang,” kata Dino.

Baca Juga : Alarm Untuk Kepala Daerah

Selain persoalan mentalitas, Dino juga menyoroti bagaimana perkembangan ekonomi Korea Utara. Mantan Dubes Indonesia untuk AS itu mengatakan, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un sepertinya ingin membuat langkah progresif di bidang ekonomi. Dengan cara membuat perbedaan dengan para pendahulunya.[PYB]