Dark/Light Mode

Tim Investigasi WHO Ditolak Masuk China

Rabu, 6 Januari 2021 14:21 WIB
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. [Foto: Reuters]
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus. [Foto: Reuters]

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku sangat kecewa dengan China, yang belum mengizinkan tim pakar internasional masuk.

Tim tersebut akan meneliti asal mula virus Corona yang pertama kali dideteksi di Wuhan, China. Padahal, Desember kemarin, China sudah setuju menerima kedatangan tim WHO.

Baca Juga : Mandiri Salurkan Bansos Kemensos Rp 18,6 Triliun

Dua tim investigasi WHO telah memulai perjalanan mereka ke China. Namun satu orang ditolak masuk dan telah kembali. Yang lainnya kini sedang transit di negara ketiga. WHO mengatakan penolakan itu terjadi karena masalah terkait izin visa.

"Hari ini kami mengetahui, Pemerintah China belum memfinalisasi izin yang dibutuhkan tim tiba di China," ujar Tedros dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss, Selasa (5/1) waktu setempat.

Baca Juga : Kirim Surat Ke Presiden, Kapolri Minta Penunjukkan Pengganti Dirinya

Tim yang terdiri atas 10 orang pakar dari seluruh dunia itu harusnya sudah berangkat pada awal Januari, setelah menunggu lama izin masuk dari China. Tedros mengatakan, ia sudah menghubungi pejabat senior pemerintah China. "Sekali lagi saya tegaskan, misi ini prioritas bagi WHO," tambahnya. Tedros mengatakan, misi tersebut dikembangkan bersama Beijing. Misi tersebut dipimpin pakar Penyakit Lintas Spesies WHO, Peter Ben Embarek yang melakukan penelitian awal pada Juli lalu.

Menurut kantor berita Reuters, Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan satu orang telah kembali dan satu orang lainnya kini sedang transit di negara ketiga.

Baca Juga : Pemerintah Berlakukan PSBB Ketat Di Sejumlah Kota Besar Di Jawa Dan Bali

Asumsi awal, virus itu muncul dari pasar yang menjual hewan untuk diambil dagingnya. Diduga, di sinilah virus bertransmisi dari hewan ke manusia. Namun asal muasal virus masih diperdebatkan. Beberapa ahli berpendapat, pasar mungkin bukan asalnya, melainkan menjadi wadah.

Tidak diketahui, inang hewan perantara apa yang menularkan virus antara kelelawar dan manusia. Beberapa penelitian menunjukkan, virus Corona yang mampu menginfeksi manusia mungkin telah beredar tanpa terdeteksi pada kelelawar selama beberapa dekade. Juga tidak diketahui, inang hewan perantara apa yang menularkan virus antara kelelawar dan manusia. [DAY]