Dark/Light Mode

Direktur VOA Didesak Mundur

Jumat, 15 Januari 2021 15:21 WIB
Patsy Widakuswara [Foto: VOA]
Patsy Widakuswara [Foto: VOA]

 Sebelumnya 
Namun Widakuswara mendapat pembelaan dengan munculnya surat pernyataan, yang ditandatangani oleh 26 jurnalis VOA. Surat ini mendesak pengunduran diri segera Reilly dan Robbins.

“Sebagai jurnalis, tugas kami adalah mengejar kebenaran, mengajukan pertanyaan, bahkan ketika itu tidak nyaman atau sulit," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Baca juga : Tim Investigasi WHO Ditolak Masuk China

"Sayangnya, Reilly melepaskan tugas ini, seorang jurnalis VOA -koresponden senior Gedung Puti, Patsy Widakuswara- mencoba menegakkannya dengan bertanya pada Pompeo setelah acara tersebut," sambung pernyataan itu.

Pernyataan itu juga mengkritik penugasan kembali Direktur Berita Pusat VOA Yolanda Lopez yang "tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan", yang dipindahkan ke posisinya yang baru pada Rabu malam (13/1). Dia digantikan oleh Luis Ramirez, seorang editor di Divisi Berita yang telah bekerja sebagai koresponden dan editor di Biro Luar Negeri dan Domestik selama 21 tahun berkarir di kantor tersebut.

Baca juga : Cedera, Fedex Mundur

Direktur VOA memang memiliki kewenangan menugaskan kembali staf sesuai keinginan mereka. Seorang juru bicara mengatakan Rabu lalu, bahwa mereka tidak bisa mengomentari masalah yang sifatnya pribadi.

Namun Anggota DPR Partai Republik dari Texas, Michael McCaul, dan Gregory Meeks, seorang Demokrat dari New York, mengkritik keputusan pencopotan Widakuswara ini. Hal ini disampaikan melalui pernyataan bersama melalui Komite Urusan Luar Negeri.

Baca juga : Kirim Surat Ke Jokowi, Edhy Prabowo Resmi Mundur

Dalam pernyataan terpisah yang dibagikan VOA, Meeks menyatakan, “Sungguh ironis, bahwa Menteri Pompeo memuji VOA karena memerangi propaganda asing, namun sambil menggunakannya untuk menyebarkan propagandanya sendiri. Pompeo tidak bisa memperlakukan reporter VOA sebagai tawanan," tegas Meeks.

Sedangkan pengacara hak media, Theodore Boutrous menuduh Pack, Reilly, dan Pompeo "menjadikan Amandemen Pertama dan tradisi kebebasan pers Amerika menjadi bahan tertawaan di seluruh dunia". [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.