Dark/Light Mode

Kelompok Jihad Islam Palestina: Kami Akan Terus Lawan Israel

Selasa, 19 Januari 2021 07:56 WIB
Sekjen Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah. [Foto: Screenshot: YouTube]
Sekjen Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah. [Foto: Screenshot: YouTube]

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah menegaskan, akan melanjutkan perlawanan (muqawamah), hingga tercapainya tujuan bangsa Palestina terkait pemulangan warga Palestin dari pengungsian dan dibebaskannya Yerusalem.

Seperti dilaporkan kantor berita IRNA, di sidang virtual Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Negara-negara Pendukung Palestina, Senin (18/1/2021) waktu setempat, Ziyad mengatakan, pasukan perlawanan dengan segenap kekuatan dan fasilitas minim yang saat itu dimiliki, tetap gigih membela rakyat Palestina dan memaksa Israel mundur tanpa syarat.

Baca Juga : Kiai Ma’ruf Rajin Jalan Ke Pantai

Hingga kini, ujarnya, Israel tak pernah berhenti melancarkan agresinya dalam bentuk apapun. Baik blokade ekonomi, pemboman dan perusakan. Bahkan pada 2012 lalu, Israel melancarkan serangan ke Jalur Gaza. Namun saat itu, pasukan perlawanan Palestina, dengan senjata yang seadanya, gigih melawan dan mampu menyerang berbagai Distrik Israel, khususnya Tel Aviv.

Meski ada perang besar dan berbagai perang lainnya antara kelompok perlawanan Palestina dan Israel, ujar Ziyad lagi, Israel tidak mampu memaksakan syaratnya kepada kelompok perlawanan dan para pejuang perlawanan, melanjutkan kemajuan peralatan mereka.

Baca Juga : Israel Tolak Berikan Vaksin Untuk Petugas Medis Palestina

“Sehingga hari ini, mereka mampu menciptakan ketakutan di tengah musuh," tegasnya, seperti dikutip Pars Today.

Namun Ziyad menyayangkan, meski ada perjuangan dan perlawanan heroik rakyat Palestina, Amerika malah mampu mengganggu barisan negara-negara Arab, serta melancarkan program normalisasi hubungan negara-negara Arab dengan Israel. Negara itu pun dia nilai ikut memblokade gerakan perlawanan rakyat Palestina di kawasan.

Baca Juga : Listyo, Muda Tapi `Mateng Di Pohon`

“Dengan sikapnya ini, mereka membuka tangan AS dan Israel, untuk mengubah geografi serta merancang masa depan kawasan," curhatnya. [RSM]