Dark/Light Mode

Pemerintah Harus Ambisius Kurangi Emisi Karbon

Sabtu, 13 Februari 2021 15:21 WIB
Pemerintah Harus Ambisius Kurangi Emisi Karbon

 Sebelumnya 
Sementara pendiri FPCI Dino Patti Djalal menilai, perubahan iklim akan menjadi "malapetaka" bagi manusia, yang akan memberi efek pada setiap segi kehidupan. Untuk mencegahnya, menurut dia, Pemerintah Indonesia harus segera menetapkan target penurunan emisi minimal 50 persen pada 2030. "Dan mencapai kondisi 0 persen pada 2050. Hal itu akan membuat Indonesia menjadi negara "carbon neutral," ujar Dino.

Eks Wakil Menteri Luar Negeri itu menambahkan, pemerintah juga harus melakukan kebijakan nasional emisi yang transformatif. Yang didukung kebijakan yang terkoordinir dan terukur di berbagai sektor, seperti kehutanan, pertanian, transportasi, dan lain-lain. "Kebijakan tersebut harus dilakukan secara konsisten dan permanen," katanya.

Menurut Dino, membuat program pembangunan Green Recovery setelah pandemi Covid-19, dapat membuat Indonesia mempunyai peran aktif dalam berbagai rangkaian diplomasi iklim tahunan pada November. Yang akan berpuncak pada perundingan Badan Pelaksana Konvensi Internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (Conferences Of Parties/COP PBB) 26 di Glasgow, Skotlandia. "Ini memang ambisius. Tapi sangat bermanfaat," ujarnya.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Temukan Langkah Solutif Atasi KKB Di Papua

 

Emisi Turun

Kepala Misi PBB untuk Program Lingkungan di Indonesia (Chief of Mission United Nations Environmental Programme) Barlev Nico Marhehe mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh negara menyebabkan emisi karbon dioksida turun cukup signifikan. Angkanya, mencapai 7 persen pada 2020.

Baca juga : Pemerintah Jamin Pasokan Gula Rafinasi Aman Hingga Akhir Tahun

Itu disebabkan karena perubahan perilaku masyarakat dunia akibat penerapan karantina wilayah (lockdown), serta pembatasan sosial masyarakat, yang membuat kendaraan hingga pabrik penghasil emisi karbon berkurang mobilitasnya.

Namun menurutunya, sekalipun ada penurunan tujuh persen, itu hanya sebagai kejutan sesaat. Dia bilang, dunia masih tetap mengarah pada situasi akhir dekade ini. Yakni kenaikan suhu sekitar 3-4 derajat Celcius.

Dia menyambut baik inisiatif pemerintah melalui program Low Carbon Development Indonesia (LCDI) yang digagas Bappenas dan Rancangan Undang-Undang (RUU) EBT. Dengan kebijakan tersebut, Barlev berharap, Indonesia dapat menjadi negara yang berkontribusi terhadap upaya melawan perubahan iklim global.

Baca juga : Kudeta, Facebook Kurangi Distribusi Konten Militer Myanmar

Dalam program LCDI, kata dia, Indonesia punya target penurunan emisi dalam kontribusi yang ditetapkan secara nasional. "Yakni 29 persen dan 41 persen dengan bantuan negara lain di dunia," ujarnya. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.