Dewan Pers

Dark/Light Mode

Di Tengah Lonjakan Kasus Positif Dan Tingginya Angka Kematian

India Deteksi Mutasi Ganda Varian Covid

Rabu, 24 Maret 2021 20:31 WIB
Ilustrasi swab test di India (Foto: Getty Images)
Ilustrasi swab test di India (Foto: Getty Images)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) India mengumumkan kemunculan mutasi ganda varian Covid di tengah rekor jumlah kasus baru dan tingginya angka kematian, Rabu (24/3).

Hasil genome sequencing (pengurutan genom) dan analisis sampel dari negara bagian Maharashtra menyatakan, mutasi tersebut tidak sama dengan jenis mutasi yang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau variants of concern (VOC).

Maharashtra adalah salah satu negara bagian India yang paling parah terdampak Corona. Sejauh ini, Kemenkes India tak yakin, tingginya jumlah kasus di wilayah tersebut dipicu oleh varian baru Covid.

“Saat ini, kami memang telah mendeteksi mutasi virus dan mutasi ganda Covid. Namun, hal itu belum cukup menjelaskan keterkaitan mutasi tersebut dengan peningkatan pesat kasus Covid di beberapa negara bagian,” demikian bunyi pernyataan Kemenkes India seperti dilansir Reuters, Rabu (24/3).

Berita Terkait : Jangan Dianggap Remeh, Varian Covid Inggris Lebih Mematikan

Seperti diketahui, India telah melaporkan sejumlah kasus yang disebabkan oleh varian Covid Inggris, Afrika Selatan, dan Brazil.

Pada hari ini, Rabu (24/3), India mencatat penambahan 47.262 kasus baru. Jumlah kasus harian tertinggi sejak November 2020 ini, mengatrol total kasus positif menjadi 11,7 juta.

Angka ini menempatkan India di peringkat tiga negara yang paling terdampak Covid setelah Amerika Serikat (AS) dengan angka 29,92 juta dan Brazil 12,13 juta.

Jumlah kasus kematian akibat Covid di India, bertambah 275 dalam tempo 24 jam. Angka ini mengerek total kasus kematian akibat Covid di India menjadi 160.441.

Berita Terkait : Akreditasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Tingkatkan Minat Masuk Kampus

Untuk mencegah situasi bertambah buruk, sejumlah negara bagian telah mengumumkan pelarangan kumpul-kumpul dalam jumlah besar, menjelang Festival Hindu Holi pada akhir pekan ini.

“Kita harus memastikan segala upaya untuk meredam penyebaran Covid. Jika tidak, segala hal yang telah kita upayakan dalam penanganan Covid menjadi sia-sia,” demikian pernyataan Kemenkes India.

Situasi ini juga mendorong pemerintah India untuk memasifkan program vaksinasi di seluruh negeri. Kelompok usia di atas 45 tahun, kini masuk daftar prioritas penerima vaksin Covid.

Situs Our World In Data menyebut, total vaksinasi di India menempati peringkat ketiga dunia, dengan 50,84 juta dosis vaksin yang telah diberikan. Di belakang AS dan China yang masing-masing telah memberikan 128,22 juta dosis vaksin dan 82,85 juta vaksin untuk warganya. 

Berita Terkait : Di Hadapan KBPP, Bamsoet Ingatkan Tingginya Angka Kejahatan Siber di Indonesia

Namun, tingkat vaksinasi per kapita di India per 23 Maret 2021 tergolong rendah dengan angka 3,68. Sementara AS dan China, masing-masing 38,34 dan 5,76. [HES]