Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Datang Ke Jakarta

Jenderal Myanmar Dijewer Jokowi

Minggu, 25 April 2021 07:30 WIB
Di ruangan inilah, di kantor Sekretariat ASEAN, di Jakarta, kemarin, Panglima Junta Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing “dijewer” Presiden Joko Widodo dan para pemimpin ASEAN lainnya. (Foto: Biro Pers)
Di ruangan inilah, di kantor Sekretariat ASEAN, di Jakarta, kemarin, Panglima Junta Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing “dijewer” Presiden Joko Widodo dan para pemimpin ASEAN lainnya. (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemarin, seluruh pemimpin negara ASEAN kumpul di Jakarta. Mereka membicarakan kekerasan yang terjadi di Myanmar dalam forum yang dinamai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN itu. Pemimpin junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing yang dianggap biang kerok kekerasan di Myanmar, hadir juga dalam pertemuan ini. Dia tetap tampil santuy meski dijewer Presiden Joko Widodo dan yang lainnya.

Jenderal Min Aung mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sekitar pukul 11.00 WIB, menumpang pesawat Myanmar Airways International.

Dia disambut Duta Besar Myanmar untuk Indonesia Ei Ei Khin Aye dan Kepala Protokol Negara (KPN) Andy Rachmianto.

Baca juga : Pemahaman Kesetaraan Gender Belum Sepenuhnya Tercapai

Jenderal Min Aung mengenakan setelan jas hitam dan dalaman kemeja biru muda, disertai masker putih. Turun dari tangga pesawat, dia langsung menyapa orang-orang yang menunggunya.

Kemudian, Jenderal Min Aung dan rombongannya menjalani PCR swab test dan pengecekan kesehatan. Hal itu sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan. Setelah itu, barulah Jenderal Min Aung bergerak meninggalkan Soetta menuju lokasi ASEAN Leaders’ Meeting (ALM) di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta Selatan.

Apa pembahasan KTT kali ini? Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, pertemuan pemimpin ASEAN ini inisiatif dari Indonesia dan merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Jokowi dengan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah. Pertemuan ini ingin mencari solusi terbaik untuk perdamaian rakyat Myanmar.

Baca juga : BPJS Kesehatan Cetak Verifikator Andal dan Bersertifikasi

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan tiga pesan khusus untuk Jenderal Min Aung. Pertama, harus menghentikan kekerasan dan mengembalikan demokrasi serta perdamaian di Myanmar. Kedua, meminta junta Myanmar melakukan proses dialog inklusif demi melepaskan tahanan politik.

Ketiga, komitmen pembukaan akses bantuan kemanusiaan dari ASEAN yang dikoordinasikan oleh Sekjen ASEAN. “Indonesia berkomitmen untuk mengawal terus tindak lanjut dari komitmen tersebut agar krisis politik di Myanmar dapat segera diatasi,” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Di samping itu, Jokowi juga mengungkapkan, konsensus tercapai di antara para pemimpin negara anggota ASEAN terkait penghentian kekerasan di Myanmar oleh militer. “Ada lima butir konsesus. Isinya kurang lebih sama dengan yang saya sampaikan (di KTT),” lanjutnya.

Baca juga : BPIP Dukung Program Jayakarta Benteng Pancasila

Jokowi menyatakan, konsensus akan disampaikan di konferensi pers terpisah oleh Ketua ASEAN, Sultan Hassanal Bolkiah.

Bagaimana respons Jenderal Min Aung setelah “dijewer” Jokowi Cs ini? Sayang, Jenderal Min Aung belum memberikan komentarnya. Namun, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan, para pemimpin ASEAN telah menyetujui rencana dengan pimpinan junta Myanmar untuk mengakhiri krisis di Myanmar. Kesepakatan termasuk menghentikan kekerasan terhadap pengunjuk rasa dan menerima bantuan kemanusiaan. “Ini di luar dugaan kami,” kata Muhyiddin Yassin kepada wartawan setelah pertemuan KTT ASEAN, seperti dilansir Reuters, kemarin.

Para pemimpin ASEAN menginginkan komitmen dari Jenderal Min Aung untuk menahan pasukan keamanannya, yang menurut pengamat telah menewaskan 745 orang sejak gerakan pembangkangan sipil massal muncul untuk menantang kudeta 1 Februari terhadap Aung San Suu Kyi. Mereka juga menginginkan pembebasan tahanan politik.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.