Dark/Light Mode

House of One Di Berlin, Masjid, Gereja, dan Sinagoge Dibangun Seatap

Sabtu, 29 Mei 2021 15:33 WIB
Pastor Gregor Hohberg (kiri), Rabbi Andreas Nachama (tengah) dan Imam Kadir Sanci saat peletakan batu pertama untuk House of One. (Foto Getty Images/Sean Gallup)
Pastor Gregor Hohberg (kiri), Rabbi Andreas Nachama (tengah) dan Imam Kadir Sanci saat peletakan batu pertama untuk House of One. (Foto Getty Images/Sean Gallup)

RM.id  Rakyat Merdeka - Beberapa hari usai protes di Berlin atas konflik antara Israel dan Palestina di Gaza, dan pada saat para politisi memperingatkan meningkatnya anti-Semitisme di Jerman, "House of One" menawarkan aksi konkret untuk dialog lintas agama.

House of One adalah bangunan yang akan menampung masjid, sinagoge, dan gereja dalam satu atap. Kelompok Islam, Kristen, dan Yahudi di Berlin, Jerman, pada Kamis (27/5/2021) waktu setempat, melakukan upacara peletakan batu pertama bangunan tersebut. Diwakili Pendeta Gregor Hohberg, Rabi Andreas Nachama dan Imam Kadir Sanci. 

"Penting agar konflik dunia yang dramatis dapat didiskusikan di ibu kota Jerman dan masyarakat memiliki panggung untuk menyoroti masalah di negara mereka dan mengungkapkan pendapat mereka," kata Wali Kota Berlin, Michael Mueller, pada upacara itu dikutip dari Reuters, Sabtu (29/5/2021).

Baca Juga : Kasus Positif Meroket Hingga 9.020, Warga Malaysia Nggak Sabar Pingin Lockdown

"Kebencian dan kekerasan, anti-semitisme dan islamofobia, rasisme dan hasutan tidak memiliki tempat dalam masyarakat kami," tuturnya.

Semua pihak menyambut positif kehadiram bangunan itu. Kepada surat kabar mingguan Die Zeit, Nachama mengatakan, proyek itu dilakukan setelah dialog bertahun-tahun di antara mereka bertiga. 

“Adalah ide brilian Pastor Gregor Hohberg untuk membuat ruang spiritual  yang menyatukan orang Yahudi, Kristen, dan Muslim dengan para penganut kepercayaan dan non-percaya lainnya. Ini harus menjadi rumah yang saling menghormati,” katanya.

Baca Juga : Dua Atlet Panjat Tebing Ukir Rekor Dunia, FPTI Puji Menpora

Sanci menambahkan, ia senang bahwa Muslim di kota itu akhirnya akan menemukan tempat beribadah di pusat kota. Sebab, sekitar 800 masjid yang tersebar di Jerman berada di lokasi yang tidak terkenal.

House of One rencananya berupa bangunan dengan menara persegi tinggi. Berisi ruangan terpisah untuk ibadah dan area umum untuk pertemuan.

Pekerjaan konstruksi, yang dimulai setelah 10 tahun perencanaan, akan memakan waktu empat tahun. Anggaran biayanya mencapai 47,3 juta euro (Rp 825 miliar). Pemerintah Jerman memberikan donasi 20 juta euro (Rp 348,8 miliar), Pemerintah Kota Berlin 10 juta euro (Rp 174 miliar), dan sisanya akan datang dari donatur lain, termasuk sumbangan dari luar negeri.

Baca Juga : Demokrat Klaim Lebih Cair Bangun Koalisi Parpol

Tempat ibadah tiga agama ini akan dibangun di atas situs gereja abad ke-13 yang dihancurkan pemerintah Komunis Jerman Timur pada 1960-an.[MEL]