Dark/Light Mode

Hanya Nyusahin Rakyat, Anwar Ibrahim Minta Raja Stop Status Darurat

Rabu, 9 Juni 2021 22:00 WIB
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menggelar konferensi pers setelah bertemu Raja Malaysia Yang Di-Pertuan Agong Sultan Abdullah. (Foto Anadolu Agency/Surya Fachrizal Aprianus)
Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menggelar konferensi pers setelah bertemu Raja Malaysia Yang Di-Pertuan Agong Sultan Abdullah. (Foto Anadolu Agency/Surya Fachrizal Aprianus)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim meminta Raja Malaysia Yang di Pertuan Agong Al Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah untuk mencabut status darurat di negara tersebut.

Anwar menyebut lockdown total nasional yang diterapkan selama status darurat tidak berhasil menekan jumlah penularan Covid-19. Tapi malah menyusahkan rakyat.

Pemerintahan Perdana Menteri Muhyddin Yassin, atas saran Raja Malaysia, menetapkan lockdown nasional hingga 14 Juni nanti demi membendung Covid-19. Sayangnya, angka penularan virus Corona malah terus naik.

Baca Juga : 5 Kali WTP, Menag: Jalan Masih Panjang

"Status darurat tidak membantu mengurangi infeksi Covid-19, selain hanya membebani rakyat golongan bawah," ujar Anwar Ibrahim dalam jumpa pers Rabu (9/6/21) usai bertemu Raja.

Anwar Ibrahim melakukan pertemuan dengan Yang dipertuan Agong selama satu jam. Anwar mengemukakan pandangan tentang penghentian status darurat.  Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu juga menyampaikan laporan dan dokumen agar bisa dijadikan pertimbangan.

"Kita lihat semua langkah yang perlu dilakukan tidak memerlukan status darurat. Kami meminta kepada tuanku untuk menghentikan status darurat," ujar Anwar dikutip Channel News Asia, Rabu (9/6).

Baca Juga : Bantuan Kemnaker Mampu Serap Tenaga Kerja

Dia juga menyampaikan, parlemen hendaknya dibuka kembali untuk memberikan keyakinan investor terhadap keadaan ekonomi negara. 

Anwar Ibrahim termasuk di antara tujuh pemimpin politik, termasuk oposisi, yang dijadwalkan menghadap Yang di-Pertuan Agong mulai Rabu (9/9/2021) hingga Jumat (11/6/2021).

Rabu, dijadwalkan Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin bertemu Raja secara terpisah.

Baca Juga : Ketum Korpri: Pegawai KPK Tetap Independen Meski Berstatus ASN

“Pertemuan Pra-Kabinet adalah salah satu kegiatan mingguan atau rutin utama Al-Sultan Abdullah untuk membahas dan bertukar pandangan dengan Perdana Menteri tentang hal-hal dan isu-isu yang terkait dengan pemerintah,” jelas Istana Negara dalam keterangannya.[DAY]