Dark/Light Mode

CDC: Mayoritas Korban Kematian Akibat Varian Delta Belum Divaksin Covid-19

Sabtu, 17 Juli 2021 09:08 WIB
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Rochelle Walensky (Foto: Getty Images)
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) Rochelle Walensky (Foto: Getty Images)

 Sebelumnya 
Pakar Penyakit Menular AS Anthony Fauci menyebut, varian Delta yang begitu cepat menular dibanding varian sebelumnya, kini telah terdeteksi di sekitar 100 negara.

"Saat ini, Delta adalah varian yang paling mendominasi di seluruh dunia. Kita sedang berhadapan dengan varian tangguh," beber Fauci.

Baca juga : Hanya Bisa Nonton Pemakaman Ayah Dari Ruang Isolasi Covid-19

Walensky mendesak orang Amerika yang belum divaksin, untuk segera mendapatkan suntikan Covid-19. Apalagi, menurutnya, vaksin Pfizer dan Moderna telah terbukti sangat efektif melawan varian Delta.

"Kita harus mendapatkan dosis kedua bahkan, meski sudah melewati batas waktu yang direkomendasikan untuk menerimanya," jelas Walensky.

Baca juga : Hoax Dan Pembelahan Politik, Hambat Penanganan Covid-19

Terkait hal ini, Zients mengungkap, dalam 10 hari terakhir, 5 juta warga AS telah divaksin. Termasuk, di negara bagian yang sejauh ini memiliki tingkat vaksinasi yang lebih rendah.

"Dalam seminggu terakhir, lima negara bagian dengan tingkat kasus tertinggi - Arkansas, Florida, Louisiana, Missouri dan Nevada - telah memiliki cakupan vaksinasi yang lebih tinggi," papar Zients.

Baca juga : PBNU Bongkar Mafia Obat Dan Alkes Covid-19

Dalam catatannya, Michael Newshel, seorang analis kesehatan di Evercore ISI menambahkan, warga  Utah dan California kini bergegas untuk mendapatkan vaksinasi.

"Amerika memiliki cukup vaksin untuk memberikan vaksin booster. Namun, kami masih meneliti untuk memastikan, apakah booster tersebut memang diperlukan," pungkas Zients. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.