Dark/Light Mode

Pasukan AS Segera Kuasai Kontrol Lalu Lintas Udara Di Bandara Kabul

Senin, 16 Agustus 2021 08:06 WIB
Pasukan AS Segera Kuasai Kontrol Lalu Lintas Udara Di Bandara Kabul

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasukan bersenjata AS akan segera mengambil alih kontrol lalu lintas udara di Bandara Kabul, untuk memastikan situasi keamanan di wilayah tersebut.

"Mulai besok dan seterusnya, kami akan mengevakuasi ribuan warga AS yang selama ini bermukim di Afghanistan. Hal serupa juga akan kami lakukan terhadap staf misi AS yang dipekerjakan secara lokal di Kabul, bersama keluarga. Serta warga Afghanistan yang sangat rentan lainnya," demikian pernyataan bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan AS, Minggu (15/8).

Selain itu, pemerintah AS juga akan mempercepat evakuasi ribuan warga Afghanistan, yang memenuhi syarat untuk Visa Imigran Khusus AS.

Hampir 2.000 di antaranya, telah tiba di Amerika Serikat selama 2 minggu terakhir.

Baca Juga : Jokowi Pahami Kesulitan Rakyat

"Untuk semua kategori, warga Afghanistan yang telah lolos pemeriksaan keamanan, akan langsung dipindahkan ke Amerika Serikat. Kami akan mencarikan lokasi tambahan, bagi mereka yang belum di-skrining," tandas pernyataan tersebut.

Bandara Dijaga Ketat

Sebanyak 6.000 tentara AS yang ditugaskan menjaga keamanan di Kabul, dikerahkan untuk mengamankan seluruh perimeter bandara.

Upaya ini dilakukan pemerintah AS, menyusul serbuan warga Afghanistan yang ingin pergi dari negaranya. Jumlahnya, mencapai ratusan.

Baca Juga : Anies Tak Merasa Seperti Pahlawan

Hal ini tentu saja berpotensi meningkatkan serangan Taliban dan kerusuhan di lapangan terbang.

Sementara penerbangan evakuasi lanjutan, harus terjadi dalam suasana yang aman.

Minggu (15/8), Jenderal Frank McKenzie, komandan US CENTCOM, bertemu dengan para pemimpin Taliban di Doha Qatar untuk menggarisbawahi satu-satunya misi AS: mengevakuasi.orang dengan selamat.

Rencana evakuasi asli yang meminta 3.000 tentara, pada dasarnya adalah rencana keamanan dasar yang mengasumsikan situasi aman.

Baca Juga : Dubes Inggris Owen Jenkins, Happy Negaranya Disukai Pelajar Indonesia

Namun, Pentagon terpaksa menggandakannya menjadi 6.000, karena situasi keamanan memburuk tiba-tiba. [HES]