Dewan Pers

Dark/Light Mode

FGD Dengan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia

Ranking Investasi Kita Terbaik Di Asia Tenggara

Rabu, 11 Agustus 2021 08:00 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Rakyat Merdeka, Selasa (10/8/2021). (Foto: Dok. RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia memberi kabar gembira di saat kabar menyedihkan akibat Corona begitu menghantui seluruh warga Indonesia. Di saat dunia sedang diporakporandakan oleh Corona, justru banyak investasi yang terealisasi dan sangat menjanjikan yang bakal masuk ke Tanah Air. Menakjubkannya, saat ini, ranking investasi Indonesia terbaik di Asia Tenggara. Nyalip Vietnam, yang sudah lama bertengger di posisi lebih atas.

Kabar gembira itu disampaikaan Bahlil saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) Rakyat Merdeka bertema “Gercep Jemput Bola Investasi Saat Pandemi”, kemarin. Pengusaha muda asal Fakfak, Papua, yang baru dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM, April 2021 ini, begitu percaya diri menyampaikan capaian-capaian kinerjanya di bidang investasi.

Deretan angka-angka yang njelimet, dia paparkan dengan narasi yang cair. Diselingi guyon dan candaan yang membuat suasana terasa begitu hangat, menghibur juga informatif. Tapi, tentunya lebih banyak seriusnya.

Berita Terkait : Jokowi Teken Perpres Kementerian Investasi, Bahlil Bakal Punya Wamen

Berulang-ulang, pria yang pernah jadi sopir, lalu jadi pengusaha sukses ini, bilang, capaian investasi Indonesia terus meningkat.

Untuk meyakinkan ucapanya, menteri yang pernah jadi Ketum HIPMI ini memaparkan data-data. Perkembangan investasi dari bulan ke bulan, tahun ke tahun. Sampai membandingan data antara Indonesia dengan sejumlah negera lain.

“Saat baru menjabat Kepala BKPM, investasi yang mangkrak mencapai Rp 708 triliun. Tapi, sekarang realisasinya tembus Rp 517 triliun atau 73 persen. Ke depan, akan bertambah lagi. Ini datanya,” papar Bahlil sambil menunjuk tabel data kurva investasi.

Berita Terkait : Menteri Sandi Inisiasi Pariwisata Berbasis Kemanusiaan

Meski keran investasi dibuka lebar, Bahlil mengaku, tidak sekedar asal comot. Dirinya lebih mementingkan investasi berkualitas. Data yang dikantonginya, pada kuartal II 202, investasi tumbuh 600 persen atau Rp 223 triliun. Rinciannya: Penanaman Modal Asing (PMA) 51 persen dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 49 persen.

Yang bikin dirinya bangga, investasi yang masuk ke Indonesia tidak hanya terfokus pada wilayah Jawa saja. Wilayah timur Indonesia, daerah kelahirannya juga, kebagian dengan investasi yang besar-besar.

“Ini data yang empat kuartal berturut-turut, luar Jawa sudah sangat didominasi investor dalam dan luar negeri. Ini yang kami harapkan. Investasi berkualitas,” akunya.
 Selanjutnya