Dark/Light Mode

Padahal Corona Sudah Dijinakkan

Ternyata, Banyak Negara Yang Masih Ngucilin Kita

Minggu, 26 September 2021 07:50 WIB
Menlu Retno Marsudi hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-76. (Foto: Dok. Kemlu RI)
Menlu Retno Marsudi hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-76. (Foto: Dok. Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberhasilan Pemerintah Indonesia menjinakkan Corona, sudah diakui dunia. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga ikut memberikan pujian atas keberhasilan Indonesia itu. Namun, pujian itu, tak berbanding lurus dengan sikap banyak negara terhadap Indonesia. Ternyata, banyak negara yang masih ngucilin kita. Masih menutup pintu rapat-rapat bagi WNI untuk masuk.

Penanganan Corona di Tanah Air memang sudah jauh membaik dibanding pada pertengahan Juli lalu. Kasus harian yang sempat berada di angka 50 ribu lebih pada bulan Juli, kini berhasil dijinakkan ke angka 2 sampai 3 ribuan per hari. Positivity rate di Indonesia juga sudah di angka 2 persen, jauh di bawah standar yang ditetapkan WHO yakni di angka 5 persen.

Penurunan kasus yang cukup fantastis ini membuat dunia internasional menyampaikan pujian. Selain WHO, John Hopkins University yang terletak di Amerika Serikat itu, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terbaik dalam menangani kasus Covid karena berhasil menurunkan kasus sebesar 58 persen hanya dalam waktu dua pekan.

Baca Juga : Mahfud: Tenang..!

Bahkan, sejumlah negara yang di bulan Juni-Juli sempat menutup pintu bagi kedatangan turis asal Indonesia, kini sudah mulai mencabut status tersebut. Setidaknya, ada 5 negara yang telah membolehkan WNI masuk per September ini. Lima negara itu adalah Filipina, Malaysia, Turki, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Namun, di luar 5 negara tersebut, ternyata masih banyak juga negara lain yang masih mengucilkan Indonesia karena penanganan Corona. Hal ini terungkap dalam kegiatan High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, Jumat (24/9). Bahkan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang mewakili Indonesia dalam forum tersebut, sampai meminta negara lain menghapus Indonesia dari daftar merah (redlist) perjalanan.

Padahal, dengan keberhasilan Indonesia menjinakkan Corona dalam waktu yang relatif singkat, kata Retno, negara lain segera menghapus dari daftar redlist-nya. Contohnya, Prancis. Negara yang terkenal dengan Menara Eiffel itu sudah menghapus Indonesia dari daftar hitam.

Baca Juga : Airlangga Bisa Capres, Bisa Cawapres

Bukan hanya di mimbar PBB, Retno juga pernah memamerkan penurunan kasus Corona saat bertemu perwakilan Inggris dan Arab Saudi. Dengan pede, ia menyebut, kasus positif Juli ke September turun signifikan. Harapannya, Negeri Ratu Elizabeth dapat meninjau ketentuan red green list.

Sementara dengan Arab Saudi, Menlu dua periode ini, berharap data itu bisa dijadikan dasar untuk pemerintah Saudi meninjau kebijakan mengenai vaksin, termasuk umrah.

Berdasarkan data, Sabtu (25/9), penambahan kasus positif hanya 2.137, sehingga jika ditotal ada 4.206.253 kasus sejak 2 Maret 2020. Yang sembuh lebih banyak, yakni 3.746 orang menjadi 4.021.801. Sementara pasien yang wafat bertambah 123 menjadi 141.381 jiwa.
 Selanjutnya