Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jarang Lapor Kepatuhan Prokes

Duh, Banyak Pemda Abai Penanggulangan Covid-19

Minggu, 22 Agustus 2021 05:20 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito.

RM.id  Rakyat Merdeka - Lagi, Pemerintah Daerah (Pemda) kena sentil. Lantaran dituding malas lapor kepatuhan protokol kesehatan (prokes).

Kali ini Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito yang menyentil Pemda. Pasalnya, hingga 15 Agustus 2021, dari sekitar 80 ribu desa/kelu­rahan di Indonesia, baru sekitar 23 ribu yang telah membentuk posko.

“Dari 23 ribu posko yang telah terbentuk, tidak semuanya rutin melaporkan kiner­janya kepada Pemerintah Pusat atau Satgas Penanganan Covid-19,” bebernya.

Berita Terkait : Pemda Begini, Jangan Didiamkan

Menurut Wiku, rata-rata baru sekitar 46 persen desa atau kelurahan di tiap Provinsi yang telah melaporkan kinerjanya. Padahal menurut dia, untuk menguatkan koordinasi antara daerah, bisa dilakukan melalui posko tingkat desa atau kelurahan tersebut.

“Hal ini menjadi inovasi Pemerintah di tahun ini, yang juga akan terus diperluas menjadi posko atau Satgas di fasilitas pub­lik,” kata Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19 ini.

Sebelumnya, sejumlah Pemda juga kena sentil oleh Deputi II Kantor Staf Presiden, Abetnego Panca Putra Tarigan, ketika me­nanggapi kritik LaporCovid-19 soal distri­busi vaksin Covid-19 oleh TNI/Polri. Kata Abetnego, salah satu pelibatan TNI/Polri dalam vakasinasi, karena ada Pemda yang tidak mau mendistribusikan vaksin di daerah yang berbeda pandangan politik.

Berita Terkait : Netizen Geleng-geleng Kepala

Wiku melanjutkan, untuk dapat mengen­dalikan pandemi Covid-19, memasuki 2021, Pemerintah akan berfokus pada karakteristik, kondisi dan kesiapan daerah. Untuk itu, kata dia, pelaporan dari setiap posko di desa atau kelurahan perlu terus ditingkatkan.

“Posko juga menjadi ujung tombak penga­wasan dan pelaporan kepatuhan prokes serta penanganan dini pada tingkatan terkecil,” tandasnya.

Selain itu, djunct Professor di bidang Infectious Disease and Global Health oleh Tufts University, Amerika Serikat ini mengimbau Pemda di Provinsi yang angka kasus positif penularan dan kematian Covid masih tinggi, agar terus berupaya meningkatkan kinerjanya.

Berita Terkait : Stigma Normal Baru Bakal Menjadi Masa Depan Baru

“Ingatlah, keberhasilan anda dalam mengen­dalikan kasus, bukan hanya akan bermanfaat ba­gi daerah masing-masing, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan,” katanya.

Menurut @LaingenLisa, sikap abai Pemda terhadap pandemi Covid-19 berdampak pada perilaku masyarakat di daerah-daerah. Warga banyak yang melanggar protokol kesehatan (prokes) dan sangat susah disiplin.
 Selanjutnya