Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tak Terima Foto PM Modi Terpampang Di Sertifikat Vaksin, Warga India Protes Ke Pengadilan
Rabu, 20 Oktober 2021 13:13 WIB
Sebelumnya
"Jika Anda mendengar dia berbicara, dia tidak pernah menggunakan kata 'pemerintah kita'. Dia selalu menyebut, 'pemerintah saya' atau 'pemerintah Modi'. Dalam pidato publiknya, ada banyak 'saya, saya, diri saya sendiri'. Pada Februari lalu, dia bahkan mengganti nama stadion dengan namanya sendiri," beber Mukhopadhyay.
Menurutnya, Modi telah menggunakan pandemi sebagai kesempatan besar untuk mempromosikan kultusnya, dengab membubuhkan fotonya di sertifikat vaksin. Dia ingin dilihat sebagai penyelamat rakyat. Mengingat vaksin adalah satu-satunya instrumen perlindungan terhadap Covid-19.
Baca juga : Kemnaker Matangkan Persiapan Pelaksanaan Presidensi G20
"Dia ingin dilihat sebagai wajah manusia dari ke-Ilahi-an. Sehingga, dia bisa mendapatkan kepercayaan dan keyakinan orang, yang kemudian akan diterjemahkan menjadi suara untuknya," tuturnya.
Sementara Pakar Image Dilip Cherian menuturkan, foto perdana menteri pada sertifikat vaksin adalah bentuk pengkaburan garis antara apa yang pantas dari sudut pandang partai, dengan apa yang normatif dari sudut pandang pemerintah.
Baca juga : Menaker: Magang Di Luar Negeri, Banyak Yang Jadi Pengusaha
"Sertifikat sedang dipersenjatai untuk memenangkan suara. Penekanannya tampak pada perolehan elektoral untuk memiliki sebanyak mungkin kendaraan. Baik itu sertifikat vaksin atau dokumen skema pemerintah, yang membawa pesan yang sama. Dengan mengedepankan keakraban wajah," jelas Cherian.
Mengingat saat ini identitas partai telah menyatu dengan individu, penempatan foto di berbagai sarana tersebut adalah bagian dari upaya memikat pemilih individu.
Baca juga : Lakukan Inovasi Di Bidang Kelistrikan, Indonesia Power Banjir Penghargaan
"Di situlah masalahnya. Modi adalah seorang politisi yang mewakili sebuah partai, dia bertarung dalam pemilihan. Ini memberikan keuntungan yang tidak fair. Ini harus dihentikan," tandas Peter. [HES] 
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya