Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bertemu PM Vanuatu
Presiden China Bantah Tancap Pengaruh di Pasifik
Rabu, 29 Mei 2019 14:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - China tidak sedang menancapkan pengaruh di negara-negara kepulauan Samudra Pasifik. Demikian disampaikan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Vanuatu Charlot Salwai di Beijing, China, kemarin.
Kunjungan itu terjadi di tengah kekhawatiran Barat atas meningkatnya peran China kawasan itu. China menawarkan bantuan kepada negara-negara berkembang, termasuk di Pasifik. Banyak yang melihat pinjaman China sebagai cara terbaik untuk mengembangkan ekonomi mereka. Para kritikus menuding pinjaman China dapat menyebabkan negara-negara terperangkap dalam hutang. Komen itu telah dibantah Beijing.
Baca juga : Trump Percayai Pemimpin Korut
Amerika Serikat dan Australia menyoroti meningkatnya peran China di Pasifik. Perdana Menteri Australia Scott Morrison akan mengunjungi Kepulauan Solomon pekan depan. Dalam pertemuan denga Salwai, Xi mengatakan China menjunjung tinggi prinsip-prinsip ketulusan, hasil nyata, dan itikad baik untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara kepulauan Pasifik.
"Kami tidak memiliki kepentingan pribadi di negara-negara kepulauan, dan tidak mencari apa yang disebut 'lingkup pengaruh'," pernyataan Kementerian Luar Negeri China mengutip Xi.
Baca juga : Industri Manufaktur Paling Banyak Tarik Investasi
Xi menekankan, China akan selalu menjadi teman dan mitra yang baik dan dapat diandalkan. "Negara-negara, tidak peduli besar atau kecil, kuat atau lemah, kaya atau miskin, adalah anggota komunitas internasional yang setara," kata Xi.
Xi mengatakan, Beijing bersedia memperdalam kerja sama teknologi pertanian dengan Vanuatu dan akan terus mendorong perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi di sana.
Baca juga : Jokowi Jadi Presiden Lagi, Ini Harapan Pengusaha Tekstil
Vanuatu dan China membantah kabar, Beijing ingin membangun kehadiran militer permanen di sana. [MEL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya