Dark/Light Mode

Kunker Ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Wamen LHK: Berwisata Alam Sehatkan Jiwa Raga

Rabu, 7 April 2021 11:40 WIB
Wakil Menteri LHK Alue Dohong, saat acara Kunjungan Jurnalistik di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Selasa (6/4). (Foto: KLHK)
Wakil Menteri LHK Alue Dohong, saat acara Kunjungan Jurnalistik di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Selasa (6/4). (Foto: KLHK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gaya hidup berwisata alam semakin digemari sebagian masyarakat selama era pemulihan pandemi, khususnya wisata alam di kawasan konservasi.

Kondisi ini merupakan potensi untuk semakin berkembang karena Indonesia memiliki banyak obyek daya tarik wisata alam. Pengembangan ekowisata atau wisata alam merupakan salah satu pemanfaatan dari kawasan konservasi.

Berita Terkait : 3 Ekor Harimau Sumatera Terekam Petugas Taman Nasional Bukit Tiga Puluh

"Dulu sebelumnya pengelolaan Taman Nasional itu menerapkan pola fencing atau dipagari, tidak boleh diapa-apakan. Sekarang kita menginginkan di samping fungsi konservasi, ada pemanfaatan dalam arti jasa lingkungan, dan wisata alam," tutur Wakil Menteri LHK Alue Dohong, saat acara Kunjungan Jurnalistik di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Cibodas, Jawa Barat, Selasa (6/4).

Berwisata sembari menikmati keindahan alam juga merupakan salah satu cara penyembuhan yang efektif. Konsep alam sebagai sumber penyembuhan ini dikenal dengan forest healing.

Berita Terkait : Kunker Ke Kaltim, Wamen LHK Apresiasi Keberhasilan Rehabilitasi DAS

"Masuk ke hutan itu bukan berapa jauh atau berapa langkah yang kita ambil, tapi dengan memaknai setiap langkahnya. Dengan begitu, tidak hanya jasmani, juga dapat memberikan kontribusi terhadap kesehatan jiwa. Memasuki hutan juga dapat melepas stress, dan penat. Dengan melihat keindahan alam, imun juga meningkat," kata Wamen Alue.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Alue mengingatkan tantangan kawasan wisata alam yaitu bagaimana mengelola sampah. Hal ini penting agar para penikmat wisata alam tidak terganggu dengan sampah yang dibuang sembarangan, termasuk di jalur pendakian.

Baca Juga : Signify Resmi Membuka Luminer Cetak 3D Philips Pertama di Jakarta

"Apalagi sampahnya yang sulit atau bahkan tidak terurai di alam. Keindahan dan keunikan yang ada di alam, jangan sampai tercemar sampah," katanya.
 Selanjutnya