Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bertemu Media Secara Virtual

Gus Halim Paparkan Soal Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 6 Oktober 2021 17:17 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: Humas Kemendes PDTT)

 Sebelumnya 
Sementara aksi yang dilakukan untuk penanganan kemiskinan ekstrem, kata Doktor Honoris Causa dari UNY ini, yakni melakukan pengurangan pengeluaran. Bentuknya berupa gerakan asupan kalori harian, bedah rumah, cek kesehatan oleh Posyandu, BPJS Kesehatan dan beasiswa.

Aksi kedua adalah peningkatan pendapatan pada level desa. Aksi ini mengandalkan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang menjadi fokus utama tangani keluarga miskin ekstrem. Kemudian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, penguatan BUMDes, dan program pemberdayaan.

Sementara aksi ketiga adalah pembangunan kewilayahan yang terdiri sanitasi permukiman keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Berita Terkait : Mendes Dorong Warga Desa Dapat Vaksin Dosis Kedua

Kemudian, pembangunan sarana dan prasarana transportasi permukiman keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Sementara yang keempat adalah pendampingan desa dengan fokus RKPDes dan APBDes untuk penanganan warga miskin dan miskin ekstrem sesuai dengan RPJMN 2020-2024. Juga, pendampingan kepada keluarga miskin dan miskin ekstrim.

"Poin kelima yaitu Kelembagaan berupa Penguatan posyandu untuk keterpaduan layanan sosial dasar karena fungsi Posyandu sudah melebar," tambah pria yang akrab disapa Gus Halim ini.

Berita Terkait : Masa Pandemi, Gus Halim Minta Pegawai Kemendes Jadi Role Model

Gus Halim mengambil contoh penanganan Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bojonegoro. Jumlah warga desanya ada 1.035.416 jiwa. Dari jumlah itu, ada 96.837 warga miskin ekstrem, dengan pembagian kategori 1 sebanyak 14.059 jiwa dan kategori 2 sebanyak 82.778 jiwa.

Kemudian, untuk keluarga miskin ekstrem, ada 36.158 keluarga dan berdomisili di 418 desa dari 419 desa. Artinya, hanya ada satu desa di kabupaten Bojonegoro yang tidak ada warga miskin ekstrem.

Untuk kategori satu, terdapat di 415 desa, sedangkan kategori dua, terdapat di 417 desa. Artinya, di 28 kecamatan Kabupaten Bojonegoro, terdapat warga miskin ekstrem.

Berita Terkait : Ini Kunci Sederhana Penuntasan Kemiskinan Ekstrem

"Jadi kalau rekap tingkat Kabupaten Bojonegoro berdasarkan hitungan Kemendes PDTT berbasis SDGs Desa Rp 404.708.500.000," beber Gus Halim.
 Selanjutnya