Dark/Light Mode

Pemerintah dan Said Iqbal Dapat Jabatan Strategis di ILO

Menaker Harap Kolaborasi Pekerja, Pengusaha, & Pemerintah Makin Solid

Jumat, 18 Juni 2021 08:00 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam konferensi International Labour Organization (ILO), Indonesia berhasil mendapat jabatan penting. Pemerintah menjadi anggota reguler dan Said Iqbal menjadi Anggota deputi Governing Body (GB) di ILO. Diharapkan, prestasi ini membuat kolaborasi pemerintah, pekerja, dan pengusaha makin solid.

Sikap rendah hati ditunjukkan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Ia tak segan memberi selamat kepada Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang kembali terpilih menjadi anggota deputi GB ILO dari kelompok pekerja.

Berita Terkait : Dongkrak Kompetensi Pekerja, Kemnaker Gandeng 4 Perusahaan Kakap

Bukan hanya Said Iqbal, pemerintah Indonesia juga terpilih sebagai anggota reguler GB ILO periode 2021-2024 dari Government Electoral Collage. Dalam rangkaian acara International Labour Conference (ILC) ke-109 yang diadakan secara daring di Jenewa, Swiss, Indonesia mendapat perolehan 210 dari 230 total suara pada pemilihan yang berlangsung 14 Juni 2021.

Dengan capaian ini, Ida berharap, koordinasi dan kolaborasi pemerintah, serikat pekerja, dan pengusaha akan semakin kuat. Dengan begitu, isu-isu ketenagakerjaan bisa didorong bersama menjadi kepentingan nasional.

Berita Terkait : Pengantar Kerja, Jurus Ampuh Menaker Pangkas Pengangguran

GB ILO merupakan badan eksekutif sekretariat ILO atau International Labour Office yang terdiri dari 56 negara. Badan ini memegang peranan strategis dalam memutuskan kebijakan, anggaran, program-program, serta pemilihan Dirjen ILO. Sebagai anggota reguler GB ILO, Indonesia juga memiliki hak suara dan voting dalam berbagai pembahasan tata kelola ILO.

Ida mengatakan, keanggotaan reguler GB ILO memiliki nilai strategis. Mengingat, Indonesia akan memiliki hak suara dan voting dalam berbagai pembahasan tata kelola ILO, khususnya dalam pembahasan pertemuan GB ILO dan proses pemilihan Direktur Jenderal ILO.
 Selanjutnya