Dark/Light Mode

Dongkrak Kompetensi Pekerja, Kemnaker Gandeng 4 Perusahaan Kakap

Kamis, 17 Juni 2021 09:15 WIB
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

RM.id  Rakyat Merdeka - Tingkatkan Kompetensi Pekerja, Kemnaker Gandeng 4 Perusahaan Kakap Kementerian Ketenagakerjaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) alias nota kesepahaman dengan PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart), PT Kubota Indonesia, PT Mobil Laku Indonesia (OLX Autos), dan PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja).

MoU ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui model kerja sama antara Balai Latihan Kerja (BLK) dengan dunia usaha dan industri.

Berita Terkait : Pengantar Kerja, Jurus Ampuh Menaker Pangkas Pengangguran

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan salah satu upaya yang tengah digencarkan Kementerian Ketenagakerjaan adalah meningkatkan kualitas SDM melalui penyelenggaraan pelatihan vokasi di BLK. Pelatihan vokasi, sambung Ida, bertujuan membekali tenaga kerja berkompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Kementerian Ketenagakerjaan terus berupaya mengimplementasikan program transformasi BLK untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi, sebagai program unggulan peningkatan kualitas SDM Indonesia," kata Ida dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Berita Terkait : Menaker Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan Pekerja

Dia menegaskan, kesuksesan program ini membutuhkan dukungan seluruh pihak. Di antaranya, industri sebagai pengguna langsung tenaga kerja. “Industri ini pihak yang paling memahami kompetensi apa saja yang dibutuhkan secara riil di lapangan,” ujar politisi PKB itu.

Pasalnya, industri bisa memberikan masukan terkait kebutuhan keterampilan bagi industri yang disasar, membantu memberikan masukan terhadap kekurangan keterampilan tenaga pengajar atau instruktur pelatihan, perkembangan peralatan yang digunakan di industri, bahkan soft skills apa saja yang dibutuhkan industri.

Berita Terkait : BBPLK Bandung Gagas Training Kemitraan dengan Perusahaan

"Untuk itu, industri perlu bergandengan tangan dengan pelaksana pelatihan dalam menciptakan link and match antara lulusan pelatihan dengan kebutuhan di industri," ungkapnya.
 Selanjutnya