Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengapresiasi PT Bio Farma, yang memastikan ketersediaan vaksin bagi seluruh kelompok sasaran. Mengingat, herd immunity atau kekebalan komunal sangat diharapkan terjadi di dunia usaha.
Pada Rabu (14/7/2021), Ida mengunjungi PT Bio Farma di Bandung, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, ia memastikan bahwa pemerintah mendukung percepatan pelaksanaan program Vaksinasi Gotong Royong. Tujuannya, untuk membentuk herd immunity di dunia usaha dan industri.
Baca juga : Percepat Herd Immunity, Dunia Usaha Dukung Vaksin Berbayar
"Percepatan program Vaksinasi Gotong Royong sangat diharapkan. Karena masih banyak perusahaan yang menunggu alokasi Vaksinasi Gotong Royong tersebut agar segera dapat diberikan kepada karyawan dan keluarga mereka," ungkapnya di Bandung.
Politikus PKB ini meyakinkan, dengan vaksinasi, para pekerja akan lebih aman dan nyaman saat melakukan proses produksi. Sehingga kemudian, terwujud pemulihan ekonomi nasional.
Baca juga : Vaksinasi Berbayar Bantu Percepat Herd Immunity
Meski demikian, memang banyak tantangan untuk mencapai ke sana. Misalnya, tambahan alokasi vaksin bagi sejumlah daerah yang menjadi konsentrasi industri padat karya, seperti penambahan alokasi 15 ribu dosis vaksin di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya