Dark/Light Mode

Islam Sebagai Agama Pembebasan (2)

Minggu, 20 Februari 2022 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sepanjang menggunakan pikiran sehat dan berdiri di atas landasan yang benar, pasti akan mendapatkan peluang untuk maju. Penerapan HAM dan demokrasi serta kerukunan dan toleransi kehidupan beragama sudah lama dicontohkan dalam sejarah awal Islam.

Baca juga : Islam Sebagai Agama Pembebasan (1)

Tuhan menjanjikan kepada hamba-Nya sebuah kemenangan jika telah memenuhi persyaratan untuk meraih kemenangan itu. Bahkan kemenangan itu bukan jaminan hanya bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya, tetapi orang yang tidak beriman, paling tidak, tidak seiman dengan kelompok muslim, tetap juga mendapatkan jaminan Tuhan.

Baca juga : Beban Ganda (2)

Kita bisa melihat bagaimana Ratu Balqis, Sang Ratu penyembah ma­tahari meraih predikat “laha ‘arsyun ‘adhim” (Pemilik singgasana kerajaan/ superpower) dan berhasil membentuk masyarakat ideal yang diabadikan dalam Al-Qur’an dengan: Baldatun thayyibah wa Rabbun ghafur (negeri ideal penuh pengampunan Tuhan).

Baca juga : Beban Ganda (1)

Amat mengherankan jika ada orang yang memperatas-namakan agama untuk menghalangi kemerdekaan dan kebebasan orang untuk berekspresi. Kemerdekaan dan kebebasan beragama di sini tentu saja tidak untuk mengacak-acak dan mereng­gut kebebasan dan kemerdekaan orang lain. Kemerdekaan dan kebebasan agama bersifat komprehensif dan holistik, bukan lokal subyektif. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.