Dark/Light Mode
- Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Perkuat Timnas Indonesia
- Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional
- 3 Pemimpin Dunia Berkunjung Dalam Sepekan, Qodari: Bukti RI Makin Dipercaya
- BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha Lewat Program PEKA
- PTPP Raih Proyek Pembangunan Tower 4 ITS Surabaya Senilai Rp 151,9 Miliar
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Akhir-akhir ini semakin banyak emosi umat yang tumpah. Penyebabnya bermacam-macam. Ada yang bersumber dari dalam lingkungan internal umat, ada yang bersumber dari umat yang berbeda, ada juga yang tidak jelas sumbernya dari mana, namun keseluruhannya terasa lebih menyita energi umat dan warga bangsa.
Baca juga : Antara Halal Dan Kosher (2)
Kenapa emosi umat itu tidak digunakan untuk hal-hal yang lebih positif, misalnya berjihad melawan kemiskinan, membersihkan sampah dan pencemaran lingkungan, dan memberantas kebodohan dan buta keterampilan warga masyarakat?
Baca juga : Antara Halal Dan Kosher (1)
Apa untungnya kita melontarkan pernyataan yang menyedot energi warga bangsa? Kenapa kita tidak belajar memilih bahasa santun agar masyarakat respek satu sama lain. Mengapa masyarakat kita semakin gampang melakukan ujaran kebencian berdasarkan agama (religious hate speech)?
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.