Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Menarik juga untuk disimak temuan survey Gallup Poll News Service belum lama ini yang mengambil sampel 35 negara mayoritas muslim, termasuk Indonesia. Puluhan ribu responden secara acak dengan metodologi khusus digunakan. Poll ini menunjukkan kelompok silent majority lebih mengharapkan kehidupan masa depan yang lebih tenang, terutama untuk mendapatkan job/pekerjaan yang layak.
Baca juga : Menggandeng Kearifan Lokal
Disusul kemudian dengan suasana demokratis dan dengan tetap mengharapkan agama menjadi nilai-nilai sosial yang hidup. Dalam Poll ini juga terungkap kelompok mainstream muslim mengharapkan ulama lebih fokos membimbing umat, tidak perlu terlibat langsung dalam dunia politik, meskipun pada satu sisi pemimpin pemerintahan diharapkan mengedepankan moral dan etika agama.
Baca juga : Kekuatan Globalisasi Islam
Jihad dalam Islam agar diarahkan kepada hal-hal yang konstruktif, tidak setuju dengan cara-cara kekerasan apalagi teroris. Jika harus terjadi perang jangan sampai penduduk civil jadi korban.
Baca juga : Mengenalkan Divine Job
Kaum perempuan muslim mengharapkan kesetaraan jender. Sudah saatnya menghentikan segala macam kekerasan, terutama kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atas nama agama. Bukankah kaum laki-laki dan perempuan sama-sama sebagai khalifah dan ‘abid? ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.