Dark/Light Mode

Rezim Impor Beras Kembali Lagi?

Rabu, 2 November 2022 07:20 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Kenapa harga beras naik?
Sari teori mengatakan ada tiga penyebabnya. Pertama, harga pupuk yang akhir-akhir ini meningkat. Kedua, pembatasan ke petani untuk menggunakan pupuk bersubsidi. Ketiga, ada oknum-oknum pelaku usaha yang mendorong harga beras supaya naik. Jadi, “kambing hitamnya” harga pupuk yang diam-diam naik, dan kesulitan petani memakai pupuk bersubsidi. Faktor ketiga: ada oknum-oknum usaha tertentu yang sengaja “memainkan” harga beras dengan harapan pemerintah segera MENGIMPOR beras dalam jumlah memadai untuk menghekang kenaikan harga beras.

Kenapa pupuk yang dikambinghitamkan?
Komponen biaya pupuk sejauh ini tidak mengambil porsi besar dalam Analisis Usaha Tani (AUT). Porsi biaya pupuk dan sarana produksi lainnya (seperti benih dan pestisida), jika mau jujur tidak lebih besar dari 10 persen!         

Baca juga : Bravo Pupuk Kaltim

“Mafia impor beras” memang sudah lama bergerilya di negara kita, karena impor beras dapat merauk keuntungan SANGAT BESAR. Dalam hal ini, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan kerap terjadi “perang” yang cukup keras. Tiga tahun yang lalu, tiba-tiba seorang petinggi pemerintah memberitahukan pers bahwa Indonesia akan segera impor dua juta ton beras, masing-masing satu juta juta ton dari Thailand dan Vietnam.  Padahal Presiden Jokowi Ketika itu sudah memberitahukan masyarakat bahwa hingga akhir tahun kita tidak akan impor beras; persediaan beras sangat cukup.  

Toh, impor 2 juta ton beras jalan terus.
Apa akibatnya ?
Hingga dua tahun setelah 2 juta ton beras yang masuk dari Thailand dan Vietnam datang belum juga dikonsumsi. Bulog bingung, bagaimana menyimpannya karena gudang-gudang sudah penuh. Sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan terang-terangan menolak keras menerima beras impor karena stok di daerah mereka dinyatakan lebih dari cukup.

Baca juga : Tragedi Kanjuruhan, Jangan Ada Upaya Cover Up

Alhasil, Budi Waseso, Dirut Bulog ketika itu sampai menyatakan akan buang beras impor itu ke laut, karena Bulog mengeluarkan anggaran yang terlalu besar untuk sewa gudang-gudang.Ketika itu saya sengaja menemui Menteri Pertanian. Satu pertanyaan saya ajukan: Kenapa Bapak tidak tahan impor beras ketika itu. Sebab, Mentan salah satu petinggi yang paling keras menyatakan pemerintah tidak perlu impor beras.

 “Saya kalah suara dalam rapat terbatas sebelum impor beras dari Thailand dan Vietnam itu disetujui. Apa boleh buat, saya diam saja, Pak!”

Baca juga : 1 Oktober Yang Sakti

Mungkinkan regime impor beras kini akan dihidupkan Kembali dengan permainan menaikkan harga beras di pasar-pasar induk? Dengan menciptakan ketakutan psudo bahwa kita akan kekurangan beras yang serius – dengan sendirinya harga beras akan membumbung lagi – jika tidak segera impor beras dalam jumlah memadai?

Presiden Jokowi, pikirkanlah secara cermat, JANGAN DIKIBULI oleh pelaku-pelaku usaha yang nakal yang hendak memancing air keruh di tengah argumentasi palsu bahwa cadangan beras pemerintah semakin tipis !!! ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.