Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Yang membedakan antara orang-orang yang beriman dan yang tidak ialah perbuatannya. Jika ada yang mengaku beriman tetapi masih doyan dengan dosa berarti ada kemunafikan di dalam diri yang bersangkutan. Cepat atau lambat akan memberikan dampak negatif bagi dirinya dan mungkin juga dengan keluarga dan koleganya.
Menarik untuk disimak, seorang laki-laki terlihat salat di luar masjid, lalu ditanya mengapa tidak masuk dan salat di dalam saja? Ia menjawab: “Aku malu masuk ke dalam rumah-Nya karena aku telah berdosa kepada-Nya.”
Seorang laki-laki terlihat tidur di tempat binatang buas, lalu ditanya, apakah tidak takut tidur di sini? Ia menjawab: “Ketahuilah, bahwa aku malu untuk takut selain diri-Nya.” Allah SWT telah mewahyukan kepada Nabi Musa AS.: “Nasehatilah dirimu. Jika engkau menghiraukan nasehat itu, maka nasehatilah sesama manusia. jika tidak, maka malulah kepada-Ku untuk menasehati manusia.”
Disebutkan, jika seseorang duduk untuk menasehati sesama manusia, maka malaikat akan memanggilnya: “Nasehatilah dirimu sebagaimana engkau menasehati sesama saudaramu, jika tidak, maka malulah kepada Tuhanmu, sebab Dia melihatmu.”
Baca juga : Memahami Cara Kerja Takdir
Kini, rasa malu sepertinya menjadi barang langka. Yang banyak kita saksikan ialah memamerkan perbuatan memalukan. Jika perbuatan memalukan menjadi pemandangan umum di dalam masyarakat, maka ancaman siksa Tuhan akan dekat.
Siksaan Tuhan bukan hanya dalam bentuk banjir, gempa bumi, gunung meletus, tsunami, wabah penyakit menular, angin puting beliung, dan lain-lain, tetapi juga diutusnya pemimpin dhalim memimpinnya, berkembangnya kriminalitas yang menimbulkan kecemasan dan rasa takut, diberikan anak-anak durhaka, dan perasaan publik yang gelisah dan tidak tenang. Hal-hal ini juga pernah dialami umat-umat terdahulu. Tegasnya, rasa malu bisa menyelamatkan diri dari berbagai musibah dan kejahatan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.