Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ia tidak membeda-bedakan tamu berdasarkan kelas dan status sosial.
Suatu ketika Rasulullah menerima seorang tamu laki-laki Arab pegunungan, kira-kira semi primitif. Tiba-tiba tamu ini beranjak ke sudut mesjid lalu kencing berdiri di situ. Terang saja para sahabat marah dan bermaksud memukulnya. Akan tetapi, Rasulullah menahannya dan memerintahkan agar kencingnya ditimbun dengan pasir.
Baca juga : Modal Untuk Rakyat Kecil
Bahkan pernah suatu ketika Rasulullah menerima tamu tak diundang, seorang yang sudah lama dicari-cari masyarakat karena terkenal sebagai tukang onar.
Salah seorang sahabat menghunus pedang untuk membunuh orang tersebut, namun ditahan oleh Rasulullah dan mengatakan, biarkan kita dengarkan apa maksud kedatangannya di sini. Sang tamu menyadari kalau dirinya itu seorang penjahat dan telah melakukan berbagai macam dosa dan maksiat.
Baca juga : Stop Pemborosan, Hentikan Korupsi
Ia menjelaskan tujuannya datang menjumpai Rasulullah, siapa tahu di masa lalunya pernah mengerjakan suatu kebaikan maka ia akan menghibahkan kebaikan itu kepada orang yang ditunjuk Rasulullah. Semua sahabat yang hadir di mesjid tertekun mendengarkan penjelasan itu.
Akhirnya kasus ini menyebabkan turunlah Q.S. Hud/11:114: “Innal hasanat yudzhibna al-sayyi’at” (Sesungguhnya amal kebajikan itu menghapuskan dosa-dosa/ perbuatan buruk).
Baca juga : Jangan Sampai Rakyat Lapar
Dalam kasus lain, ketika Rasulullah SWT sedang melayani tamu dari pembesar Quraisy, tiba-tiba datang tamu lain yang kebetulan buta (Abdullah bin Ummi Maktum) lalu Rasulullah berpaling dari padanya demi menghargai pembesar Quraisy. Peristiwa ini menjadi sebab turunnya Q.S. ‘Abasa/80:1-2: “’Abasa watawalla, ‘an jaahul a’ma” (Dia bermuka masam dan berpaling. Karena telah datang seorang buta kepadanya”.
Sebagai umatnya, kita selayaknya mencontoh pribadi Rasulullah terhadap tamu. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.