Dark/Light Mode
- Marc Klok Cs Pastikan Persib Siap Tempur Lawan Manila Digger
- Lautaro Martinez Tak Dijual, Barcelona Gigit Jari
- Guru Besar UGM: Penanganan Karhutla Jangan Hanya Hebat Saat Api Sudah Menyala
- Kepala Buperta Buktikan Mampu Jadi Tuan Rumah Perhelatan Pramuka Skala Nasional
- KPK: Calon Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed Dimintai Ratusan Juta Rupiah
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Perang Rusia-Ukraina membuat ekonomi dunia babak belur. Ini terutama akibat tersumbatnya suplai pangan dan energi ke puluhan negara di Eropa, Asia dan Afrika.
Kita belum tahu kapan perang akan berakhir. Semakin lama perang itu terjadi, ekonomi dunia akan semakin suram.
Baca juga : Ayo Cepat Buat Proyek Padat Karya
Akibat tersumbatnya suplai bahan pangan utama, stok pangan di puluhan negara menipis. Bahkan, belasan negara kini sudah mengalami kekurangan cadangan pangan.
Ada negara yang kekurangan stok gandum. ada juga yang kekurangan stok beras. Mereka berjuang keras melobi negara-negara yang punya cadangan pangan besar.
Baca juga : Ekonomi Rakyat Tidak Boleh Mati
Bahkan, tidak sedikit yang berani membeli gandum atau beras dengan harga 10 persen di atas harga pasar, asal kan proses pengirimannya cepat.
Negara-negara yang tak memiliki stok pangan, mulai ketakutan. Mereka takut rakyatnya kelaparan, apabila dalam waktu dekat tak ada tambahan suplai gandum atau beras.
Baca juga : Super Hati-hati Di Tahun Sulit
Kita beruntung, karena masih memiliki cadangan beras ratusan ribu ton. Dan, supaya lebih aman, Indonesia menambah stok dengan mengimpor 500 ribu ton beras. Proses pengapalannya harus selesai sebelum panen raya mendatang ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.