Dark/Light Mode

Jangan Sampai Rakyat Lapar

Sabtu, 28 Januari 2023 06:19 WIB
KIKI ISWARA DARMAYANA
KIKI ISWARA DARMAYANA
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Perang Rusia-Ukraina membuat ekonomi dunia babak belur. Ini terutama akibat tersumbatnya suplai pangan dan energi ke puluhan negara di Eropa, Asia dan Afrika.

Kita belum tahu kapan perang akan berakhir. Semakin lama perang itu terjadi, ekonomi dunia akan semakin suram.

Baca juga : Ayo Cepat Buat Proyek Padat Karya

Akibat tersumbatnya suplai bahan pangan utama, stok pangan di puluhan negara menipis. Bahkan, belasan negara kini sudah mengalami kekurangan cadangan pangan.

Ada negara yang kekurangan stok gandum. ada juga yang kekurangan stok beras. Mereka berjuang keras melobi negara-negara yang punya cadangan pangan besar.

Baca juga : Ekonomi Rakyat Tidak Boleh Mati

Bahkan, tidak sedikit yang berani membeli gandum atau beras dengan harga 10 persen di atas harga pasar, asal kan proses pengirimannya cepat.

Negara-negara yang tak memiliki stok pangan, mulai ketakutan. Mereka takut rakyatnya kelaparan, apabila dalam waktu dekat tak ada tambahan suplai gandum atau beras.

Baca juga : Super Hati-hati Di Tahun Sulit

Kita beruntung, karena masih memiliki cadangan beras ratusan ribu ton. Dan, supaya lebih aman, Indonesia menambah stok dengan mengimpor 500 ribu ton beras. Proses pengapalannya harus selesai sebelum panen raya mendatang ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.