Dark/Light Mode
Renungan Spiritual Bulan Rajab (10)
Memahami Kearifan Lokal
Tausiah Politik
Sebelumnya
Untuk Indonesia yang memiliki ribuan pulau dengan berbagai etnik, tidak dapat disangkal juga memilki kearifan lokal (local wishdom) yang amat kaya.
Kearifan itu sendiri berasal dari bahasa Arab dari akar kata ‘arafaya’rifu berarti memahami atau menghayati, kemudian membentuk kata “kearifan” yang bisa diartikan dengan sikap, pemahaman, dan kesadaran yang tinggi terhadap sesuatu.
Kearifan adalah kebenaran yang bersifat universal sehingga jika ditambahkan dengan kata lokal maka bisa mereduksi pengertian kearifan itu sendiri. Setiap kali kita berbicara tentang kearifan, maka setiap itu pula kita berbicara tentang kebenaran dan nilainilai universal. Menentang kearifan lokal berarti menolak kebenaran universal. Kebenaran universal itu sesungguhnya akumulasi dari nilai-nilai kebenaran lokal. Tidak ada kebenaran universal tanpa kearifan lokal.
Itulah sebabnya di dalam Al Qur’an disebutkan bahwa: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orangorang yang beruntung. (Q.S. Ali ‘Imran/3:104).
Untuk urusan kebaikan, Allah menggunakan kata menyerukan (yad’una) dan untuk kata makruf digunakan istlah menyuruh (ya’muruna). Kata makruf (ma’ruf) dapat disinonimkan dengan kearifan yang disepakati kebenarannya oleh umumnya komunitas. Sedangkan kebaikan (alkhair) adalah kebenaran yang belum sertamerta diterima oleh sebagiaan orang non Islam. Dengan demikian, pilihan pilihan kata yang digunakan Al Qur’an tentang halhal yang bersifat keunikan lokal selalu menggunakan bahasa tinggi dan agak diplomatis. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.