Dark/Light Mode

Membaca Ulang Al-Qur’an (1)

Al-Qur’an: Membumi Untuk Melangitkan

Kamis, 23 Maret 2023 06:31 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Akibatnya, ditinggalkanlah sejumlah hukum syari’ah, terjadilah kawin lintas agama, dikonsumsilah produk yang tidak halal, dan ditabraklah rambu-rambu syari’ah.

Seperti inikah konsep dan alur logika pembumian Al-Qur’an? Jika demikian adanya, maka yang terjadi sesungguhnya ialah parsialisasi, disfungsionalisasi, dan desakralisasi nilai-nilai Al-Qur’an.

Kita semua menunggu sisa waktu yang dimiliki Pak Quraish Shihab untuk membicarakan hal ini secara serius, walau pun sesungguhnya secara sporadis sudah dapat ditemukan pemikirannya tentang hal ini di berbagai bukunya.

Baca juga : Penumpang Kapal Bisa Mudik Sekaligus Wisata

Memuliakan Al-Qur’an tentu bukan saja menyimpannya di tempat atau di rak yang paling atas atau di dalam kotak antik, sehingga kadang kesulitan membukanya, melainkan juga bagaimana menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an selalu menuntun hidup kita selama 24 jam. Bagaimana menjadikannya sebagai sahabat setia manusia, baik sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan, juga sebagai bacaan yang dapat menenteramkan hati para pembacanya.

Bagaimana Al-Qur’an terlibat me manusiakan manusia di dalam la pis-lapis masyarakat yang berbeda. Al-Qur’an diturunkan untuk manusia, karena itu semua ayat-ayatnya harus dapat difahami oleh manusia.

Tidak manusiawi Al-Qur’an itu kalau ada ayat-ayatnya sulit difahami. Jika ada ayat-ayat yang berat difahami, misalnya ayat-ayat mutasyabihat, maka diupayakan untuk ditakwil. Takwil artinya mengalihkan makna denotatif kepada makna konotatif suatu ayat, demi memperoleh pemahaman kongkrit.

Baca juga : Hore, Pemerintah Sunat Bunga KUR Tiga Persen

Namun, tidak bisa kita lupa bahwa pembumian Al-Qur’an sesungguhnya untuk melangitkan kembali umat manusia. Manusia pada awalnya penghuni langit (surga) tetapi karena pelanggaran yang pernah dilakukan nenek moyang kita, Adam dan Hawa, maka manusia dijatuhkan ke bumi.

Al-Qur’an bagaikan “surat undangan” Tuhan untuk mengundang kembali anak manusia kembali ke kampung halaman awalnya di surga. Siapa yang meng indahkan dan mengamalkan isi dan kandungan Al-Qur’an dalam kehidupannya, maka dia akan pasti kembali ke kampung halamannya di surga. ■

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.