Dark/Light Mode
Membaca Ulang Al-Quran (29)Memahami Makna dan Hakekat Basmalah (6)
Allah, Rab, Ilah, dan Asma’ al-Husna (2)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Nama adalah sebuah do'a bagi yang memberi nama. Contoh lain, nama 'Abdullah berarti hamba Allah. Apakah nama selalu identik dengan yang dinamai? Jawabannya, kadang iya, kadang tidak.
Hamba Tuhan mencerminkan makhluk Tuhan yang betul-betul menghambakan diri kepada Allah SWT, yang tidak ada pelanggaran dari nama tersebut.
Tetapi, kita bisa melihat, banyak sekali di Lembaga Pemasyarakatan) yang bernama Abdullah. Dengan demikian, nama tidak selalu sama (identik) dengan yang dinamai.
Meskipun demikian, kalau ada jarak antara nama dengan yang dinamai, berarti ada kontradiksi "inter-minus".
Baca juga : Memahami Makna dan Hakekat Basmalah (5), Allah, Rab, Ilah, dan Asma’ al-Husna (1)
Misalnya, kertas ini putih, tetapi saya beri nama si hitam. Hal ini bertentangan, sebab seharusnya saya namai kertas putih tersebut dengan nama si putih.
Oleh karena itu, seharusnya nama tidak bertentangan dengan yang dinamai.
Dalam proses penamaan itu sendiri, ada beberapa hal yang harus kita pilah.
Terkadang, nama memberikan nama bagi substansinya (zat), misalnya ballpoint dinamai ballpoint.
Baca juga : Memahami Makna dan Hakekat Basmalah (4), Antara Bismillah dan Bismi Rabbik (2)
Tetapi terkadang, nama diambil dari fungsinya, misalnya ballpoint dinamai alat menulis. Ada juga nama dilekatkan pada aktualisasinya, misalnya Allah SWT disebut lafdzul jalâlah.
Jumlah al-Asmâ al-Husnâ 99, atau berarti 100 kurang satu, karena lafadz Allah dipisahkan.
Tetapi, al-Rahmân, al-Rahîm sampai pada al-Shabûr yang kesemuanya berjumlah 99 tersebut, merupakan nama-nama Allah SWT. Di sini ”yang dinamai” boleh jadi sifat Allah, perbuatan Allah, atau zat Allah.
Ketika kita mengatakan al-Khâliq yang berarti Allah adalah Maha Pencipta.
Baca juga : Memahami Makna Dan Hakekat Basmalah (3), Antara Bismillah Dan Bismi Rabbik (1)
Nama al-Khâliq bukan nama yang identik dengan zat-Nya, tetapi memberikan nama terhadap sifat-Nya.
Ketika dikatakan al-Bashîr (Maha Melihat), al-Samî' (Maha Mendengar), berarti penamaan ini bukan ditujukan pada zat atau sifat-Nya, melainkan pada perbuatan-Nya.
Jadi, nama dalam al-Asmâ al-Husnâ ada yang yang merujuk pada sifat-Nya, zat-Nya, atau perbuatan-Nya, peran-Nya. Meskipun banyak, tetapi yang diberi nama tetap Allâhu Ahad (Allah Maha Esa). Allahu a’lam. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.