Dark/Light Mode
Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (22)
NKRI Sebagai Sebuah Model (3)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Searahkah program-program yang diterapkan negara dengan ajaran-ajaran dasar agama yang dianut di dalam masyarakat?
Jika masih berseberangan, misalnya jika program pembangunan negara berseberangan dengan ajaran agama, atau sebaliknya, ajaran-ajaran agama tidak sejalan bahkan menjegal tujuan pembangunan negara, maka pada saat itu ada persoalan konseptual yang harus segera diatasi.
Jika tidak, maka keduanya bisa berhadap-hadapan yang pada saatnya akan membingungkan masyarakat.
Kenyataannya sedang terjadi fenomena yang tidak menggembirakan. Paling tidak terdapat fenomena yang kontradiktif, di dalam masyarakat kita hubungan antara agama dan pemeluknya.
Baca juga : NKRI Sebagai Sebuah Model (2)
Memang sedang terjadi kesemarakkan beragama, tetapi tidak diikuti dengan penghayatan dan kedalaman makna.
Akibatnya sering kita menyaksikan adanya fenomena kepribadian ganda (split personality) bagi umat beragama, khususnya umat Islam.
Kalangan umat Islam sedang berada di persimpangan jalan. Dalam urusan agama, seolah mereka mengesankan agama terlalu dogmatis. Sementara realitas sosialnya begitu rasional.
Agama dirasakannya lebih membatasi sementara realitas kehidupannya begitu liberal.
Baca juga : NKRI Sebagai Sebuah Model (1)
Agama dikesankan terlalu berorientasi masa lampau sementara lingkungan profesinya sangat berorientasi masa depan.
Pranata sosial keagamaan dirasakannya begitu konservatif sementara lingkungan kerjanya sedemikian canggih.
Norma-norma agama dirasakannya sedemikian statis dan terkesan kaku sementara dunia kerjanya sedemikian dinamis dan mobile.
Suasana batin keagamaan dikesankan amat tradisional sementara dunia pergaulan sehari-hari di tempat kerja dan lingkungannya sedemikian modern.
Baca juga : Bolehkah Non-Muslim Menjadi Kepala Negara? (Pendapat Ketiga)
Kajian-kajian keagamaan dirasakan terlalu tekstual sementara kajian ilmu-ilmu umum sedemikian kontekstual.
Pendekatan-pendekatan agama terkesan begitu kualitatif-deduktif. Sementara pendekatan keilmuan sosial sedemikian kuantitatif-induktif. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.