Dark/Light Mode

Dinamika Geopolitik, Geostrategi Ekonomi Dan Pertahanan Indonesia-China

Rabu, 2 Agustus 2023 06:36 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Indonesia dan China adalah dua negara besar yang terletak di wilayah Asia, dengan Indonesia berada di persimpangan perairan strategis antara Samudra Hindia dan Pasifik, serta China yang memiliki akses ke Laut China Selatan dan Laut Timur China. Keberadaan mereka di jalur maritim utama memberikan kepentingan strategis bagi keduanya dalam hal keamanan, perdagangan, dan sumber daya.

Lantas seiring berjalannya waktu, kedua negara ini memiliki peran yang semakin signifikan dalam politik global dan regional. Geopolitik dan geostrategi menjadi faktor pen­ting yang membentuk dinamika hubungan antara keduanya.

Hubungan antara Indonesia dan China dalam konteks Laut China Selatan telah menjadi isu yang kompleks dan menarik perhatian internasional. Laut China Selatan adalah wilayah perairan yang sangat strategis, karena memiliki sumber daya alam yang melimpah, jalur perda­gangan penting, dan potensi untuk mengan­dung cadangan minyak dan gas yang signifikan.

Baca juga : Etika Pemerintahan Dalam Perspektif Geopolitik

Indonesia dan China ini memiliki kepentingan yang berbeda dalam wilayah ini, dan hal ini telah menyebabkan sejumlah problema –hingga saling tegang. Beberapa wilayah yang menjadi sumber ketegangan antara kedua negara adalah Laut Natuna Utara, yang merupakan bagian dari wilayah ekonomi eksklusif (Exclusive Economic Zone/EEZ) Indonesia, namun juga menghadap klaim klaim maritim China.

Indonesia telah menegaskan kedaulatannya atas wilayah Laut Natuna Utara, dan menolak klaim maritim yang tumpang tindih dengan China. Maka bisa dimengerti ketika Indonesia telah menanggapinya dengan tegas. Lantaran bagaimanpun kehadiran China yang semakin kuat di Laut China Selatan melalui pembangunan instalasi militer telah memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.

Memang, hubungan geopolitik dan geostrategis antara Indonesia dan China mencakup ber­bagai faktor yang mempengaruhi dinamika hubungan bilateral. Dengan lokasi geografis yang strategis, sumber daya alam yang berlimpah, dan peran penting dalam perdagangan dan ekonomi global, hubungan antara kedua negara ini memiliki implikasi besar untuk keamanan dan stabilitas di kawasan Asia.

Baca juga : Analisis ASOCA, Geostrategi Memperkuat Pemimpin Cerdas

Maka hukumnya wajib bagi Indonesia dan China untuk memahami kepentingan dan kekhawatiran masing-masing, serta bekerja sama dalam mencari solusi atas perbedaan yang ada.

Kerjasama dan dialog yang konstruktif akan menjadi kunci bagi kedua negara untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di masa depan.

Jadi kunjungan Presiden Joko Widodo ke China itu yang bertujuan untuk memperkuat hu­bungan bilateral, dan merayakan 10 tahun kemitraan geostrategi ekonomi dan pertahanan komprehensif antara Indonesia dan China, menemui makna sebuah hubungan positif yang semakin terang: untuk ASEAN maupun Indo–Pasifik.

Baca juga : Pesan Geopolitik Indonesia Menjaga Dunia

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah ­mantan Dirjen Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, Gubernur ­Lemhannas RI, dan saat ini Dewan Pakar Bidang ­Geopolitik dan Geostrategi BPIP RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.