Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Etika Pemerintahan Dalam Perspektif Geopolitik

Senin, 31 Juli 2023 06:59 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

RM.id  Rakyat Merdeka - Angka yang besar: sebanyak 170 kepala daerah di Indonesia akan berakhir masa jabatannya bulan September tahun ini, termasuk 17 gubernur dari berbagai provinsi. Pemerintah akan menunjuk penjabat (Pj) untuk mengisi posisi yang kosong hingga Pilkada 2024.

Soalnya bilamana kekosongan jabatan kepala daerah memakan waktu banyak episode, bisa gaduh dan berkepanjangan, maka berdampak signifikan pada geopolitik dan geostrategi, terutama di wilayah yang memiliki peran strategis dalam kebijakan nasional dan regional.

Baca juga : Analisis ASOCA, Geostrategi Memperkuat Pemimpin Cerdas

Beberapa dampaknya meliputi stabilitas regional, dengan daerah rentan konflik menjadi lebih rawan terhadap ketidakstabilan, dan gangguan keamanan yang bisa mempengaruhi negara-negara tetangga. Selain itu, kekosongan ini dapat memperkuat tuntutan pemisahan atau pemekaran wilayah dan meningkatkan ketegangan dengan pemerintah pusat.

Hal yang juga tidak bisa diabaikan terhadap kekosongan jabatan kepala daerah –pun bisa membawa pengaruh negatif terhadap etika pemerintahan, seperti meningkatnya risiko korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Baca juga : Pesan Geopolitik Indonesia Menjaga Dunia

Soalnya pula etika pemerintahan tidak hanya berkaitan dengan moral dan integritas di internal pemerintahan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan geopolitik dan geostrategi.

Dalam pengertian geopolitik, etika pemerintahan yang kuat membantu mencegah praktik-praktik merugikan seperti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Selain itu, etika pemerintahan juga memengaruhi citra dan reputasi daerah –lantas tersiar secara luas sampai di dunia internasional.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.