Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Teologi Lingkungan Hidup (17)

Asal Usul Alam Semesta: Antara Tajalli dan Tajafi

Senin, 2 Oktober 2023 06:04 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Berbeda dengan konsep tajafi, yakni proses transfor­masi satu wujud ke wujud-­wujud lain menyebabkan wujud aslinya berkurang atau hilang. Contohnya, transformasi air teh dari sebuah teko ke beberapa gelas, menyebabkan air teh di teko menjadi habis. Distribusi beras dari gudang ke pasar ritel menyebabkan habisnya isi gudang beras.

Di dalam Al-Qur’an, proses tajafi dicontohkan di dalam ayat: Tatajafa junubuhum ‘an al-madhaji’ yad’una Rabbahum khaufan wa thama’an wa mimma razaqnahum yunfiqun (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang ­mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (Q.S. Al-Sajadah/32:16).

Baca juga : Asal Usul Alam Semesta: Tajalli Tuhan

Maksud ayat ini ialah orang yang sedang meninggalkan tempat tidurnya menuju ke tempat lain untuk berdoa. Setelah pindah (tajafi) dari tempat semula ke tempat lain maka tempat semula menjadi kosong.

Sedangkan proses tajalli dicontohkan di dalam ayat: Falamma tajalla Rabahu lil ­jabali ja’alahu dakkan wa kharra Musa sha’iqan. Falamma afaqa qala subhanaka tubtu ilaika wa ana awwalul mu’minin (Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada ­gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.

Baca juga : Asal Usul Alam Semesta: Panteisme

­Maka setelah Musa sadar kem­bali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman/Q.S. Al-A’raf/7:143). Maksud ayat ini ialah ketika Allah SWT menampakkan (tajalli) di atas gunung, bukan berarti Allah terbebas dari tempat lain.

Jika ingin mengubah tajafi menjadi tajalli dala kehi­dupan sosial kita perlu mencontoh sifat-sifat Allah SWT. Dia memberi dengan penuh perhatian dan tanpa pamrih, akibatnya ciptaannya banyak tetapi ­bentuk aslinya tetap seperti semula.

Baca juga : Mengenal Alam Mitsal (2)

Ilustrasinya, jika ­se­seorang mencontoh sifat Tuhan sebagai Maha Pengasih Maha Pemberi, maka proses tajalli akan muncul ke dalam diri seseorang. Inilah yang disebut Allah SWT dalam al-Qur’an: Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguh­nya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka ­kerjakan (Q.S. Al-Nahl/16:976).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.