Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Teologi Lingkungan Hidup (8)

Peringatan Al-Qur`an (2)

Kamis, 21 September 2023 06:00 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Egoisme dan egosentrisme manusia acapkali menjadi penye­bab terjadinya kerusa­kan alam, sebagaimana diisyarat­kan Allah dalam Al-Qur’an: Andaikata kebenaran itu me­nuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah men­datangkan kepada mereka kebanggaan ­mereka tetapi ­mereka berpaling dari kebanggaan itu. Q.S. Al-Mu’minun/23:71).

Baca juga : Peringatan Al-Qur`an (1)

Peringatan keras Al-Qur’an kepada para perusak lingkungan alam antara lain sebagai berikut: Alam semula ditundukkan untuk melayani kepentingan manusia sebagai khalifah (“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya?”/Q.S.22:65).

Baca juga : Fenomena New Consciousnes (2)

Wabah dan bencana seringkali diawali berbagai penyimpangan perilaku masyarakat. Perilaku alam raya makrokosmos seringkali berbanding lurus dengan perilaku manusia mikrokosmos. Umat Nuh yang keras kepala (Q.S.53:52) di­timpa bencana banjir (Q.S.11:40). Umat Syu’aib yang korup (Q.S.7:85;11:84-85) ditimpa gempa mematikan (Q.S.11:94). Umat Shaleh yang hedonistik (Q.S.26:146-149) ditimpa keganasan virus dan gempa bumi (Q.S.11:67-68). Umat Luth dilanda penyim­pangan seksual (Q.S.11:78-79) ditimpa gempa dahsyat (Q.S.11:82). Penguasa Yaman, Raja Abrahah, yang ambisius ingin mengambil-alih Ka’bah, dihancurkan oleh burung/virus (Q.S.105:1-5).

Baca juga : Alur Berfikir Logos

Hujan tadinya menjadi sumber air bersih dan pembawa rahmat (Q.S.6:99), tiba-tiba menjadi sumber malapetaka. Banjir memusnahkan areal kehidupan manusia (Q.S.2:59). Gunung-gunung tadinya sebagai patok bumi (Q.S.30:7), tiba-tiba memuntahkan lahar panas dan gas beracun (Q.S.77:10). ­Angin tadinya berperan dalam proses penyer­bukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (Q.S.18:45) dan mendistribusi awan (Q.S.2:164), tiba-tiba tampil ganas meluluhlantakkan segala sesuatu yang dilewatinya (Q.S.41:16). Laut tadinya jinak melayani mobilitas manu­sia (Q.S.22:65), tiba-tiba mengamuk dan menggulung apa saja yang dilaluinya (Q.S.81:6). Malam tadinya membawa kesejukan dan ketenangan (Q.S.27:86), tiba-tiba menampilkan ketakutan yang mencekam dan mematikan (Q.S.11:81). Siang tadinya menjadi hari-hari menjanjikan (Q.S.73:7), berubah menjadi hari-hari menyesakkan dan menyedot energi positif (Q.S.46:35).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.