Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Teologi Lingkungan Hidup (14)

Mengenal Alam Mitsal (2)

Jumat, 29 September 2023 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - “Seandainya bukan karena setan menyelimuti jiwa anak cucu Adam, maka niscaya mereka menyaksikan malaikat di langit” (H.R. Ahmad).

Hadis ini menjelaskan bahwa ada alam di luar jangkauan akal pikiran manusia, tetapi nyata adanya. Alam mitsal (dipopulerkan oleh Ibn Arabi) biasa juga disebut dengan alam khayal (istilah yang dipopulerkan oleh Imam Al-Gazali), adalah sebuah alam di antara alam syahadah mutlak seperti lingkungan alam sekitar kita dan alam gaib mutlak seperti alam jabarut sebagaimana diuraikan dalam artikel terdahulu.

Baca juga : Mengenal Alam Mitsal (1)

Alam mitsal biasa juga disebut dengan alam antara (barzakh) karena berada di antara alam syahadah mutlak dan alam gaib. Ini menunjukkan bahwa alam barzah bukan hanya alamnya orang yang sudah wafat tetapi juga dapat diakses oleh orang-orang yang masih hidup tetapi diberi kekhususan oleh Allah SWT.

Dengan kata lain, tidak mesti harus menunggu kematian untuk mengakses alam barzakh. Alam mitsal adalah alam spiritual murni tetapi masih bisa bertransformasi dengan alam syahadah.

Baca juga : Mengenal Alam Jabarut

Orang-orang yang diberi kemampuan memasuki alam ini memiliki kekhususan untuk mengaktifkan indera-indera spiritualnya sehingga mereka bisa berkomunikasi secara spiritual dengan alam-alam lain, termasuk dunia lain. Mereka bisa berkomunikasi secara interaktif dengan arwah yang meninggal jauh sebelumnya.

Mereka juga bisa berkomunikasi dengan malaikat dan jin. Termasuk juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan benda-benda alam, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Ingat, tidak ada ‘benda mati’ dalam kamus Tuhan. Semua bisa bertasbih ‘tetapi kita yang tidak mempu memahami tasbih mereka’ (wa lakin la ta’lamuna tasbihahum) kata Allah SWT.

Baca juga : Mengenal Alam Malakut

Pengalaman ini banyak ditunjukkan di dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti peristiwa Khidir yang diberi ilmu ladunni (min ladunni ‘ilman) dalam surah Al-Kahfi, sehingga mampu memahami masa depan anak kecil yang dibunuhnya.

Nabi Sulaiman berkomunikasi dengan malaikat, jin, burung-burung, ikan, dan angin. Nabi Muhammad dalam beberapa hadis dijelaskan berdialog dengan binatang (unta dan kijang), berdialog dengan mimbar tua, dan berkomunikasi dengan para nabi-nabi yang hidup jauh sebelumnya. Nabi secara intensif berkomunikasi dengan Jibril dan malaikat-malaikat lainnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.