Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Teologi Lingkungan Hidup (9)

Mengenal Alam Semesta

Sabtu, 23 September 2023 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Alam yang biasa juga disebut alam syahadah ialah alam raya yang secara visual sepenuhnya dapat diindera dengan panca indera, seperti mineral, tanah, batu, air, gunung. Alam syaha­dah mutlak ini biasa disebut benda mati, meskipun dalam perspektif Islam tidak dikenal adanya istilah benda mati, karena semua ­makhluk, termasuk alam syahadah ­mutlak juga bertasbih kepada ­Allah SWT, sebagaimana dalam firman-Nya: Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Q.S. Al-Isra’/17:44).

Alam syahadah mutlak merupakan struktur makhluk paling sederhana dan simpel di bandingkan dengan ­makhluk Tuhan lainnya. Mereka memiliki zat yang dapat diindera dan relatif tidak berubah. ­Mereka memiliki eksistensi yang permanen.

Baca juga : Mewaspadai Ketika Agama Menjadi Legitimasi Politik

Berbeda ­dengan ­makhluk lainnya seperti tumbuh-tumbuhan, binatang, dan manusia, yang kemudian disebut alam syahadah gairu muthlaq dan karena itu disebut sering disebut makhluk hidup (bilogi).

Meskipun  alam syahadah mutlak memilki wujud ­paling standar namun mereka juga bisa bereksistensi menjadi se­suatu yang lebih tinggi dari martabat awalnya jika ­mengalami proses. Perhatikan logam kasar dengan nilai dan harga lebih rendah bisa melonjak nilai dan harganya jika diproses penjadi logam mulia (emas 24 karat), apa lagi jika sudah diproses menjadi kalung.

Baca juga : Peringatan Al-Qur`an (2)

Mineral atau bebatuan yang tidak punya nilai dan harga tiba-tiba melonjak nilai dan harganya setelah diproses menjadi intan berlian, apalagi jika sudah diproses menjadi permata.

Untuk mengubah logam kasar menjadi logam mulia dan mineral menjadi intan diperlukan penempaan yang luar biasa. Mereka harus di­han­curkan, dipukul, dibakar, dan dibentuk sedemikian rupa, untuk mencapai nilai dan harga yang lebih tinggi. Ini pelajaran berharga kepada kita, jika kita ingin memiliki nilai lebih tinggi maka harus melalui proses penempaan diri yang sempurna. Semakin sempurna penempaan diri itu maka semakin tinggi pula nilai martabat itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.