Dark/Light Mode

Label AC Hemat Energi Belum Efektif Mengubah Perilaku Konsumen

Kamis, 27 Juni 2024 14:20 WIB
Tulus Abadi
Tulus Abadi
Pengamat Perlindungan Konsumen dan Kebijakan Publik

RM.id  Rakyat Merdeka - Keberadaan Air Conditioning (AC) sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya yang tinggal diperkotaan. AC menjadi sarana penting untuk meningkatkan kenyamanan hidup.

Namun di sisi lain, penggunaan AC juga punya dampak signifikan terhadap lingkungan, karena AC menjadi produk elektronik yang tinggi terhadap penggunaan energi listrik dan menjadi produk yang banyak meninggalkan jejak karbon (carbon footprint

Terkait dengan hal ini, maka kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mewujudkan produk AC yang hemat energi, patut didukung karena merupakan kebijakan yang baik dan strategis. 

Nah, persoalannya, apakah kebijakan ini cukup efektif untuk mendorong perubahan perilaku konsumen dalam menggunakan produk AC-nya?

Berdasarkam hasil survei Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) diketahui bahwa rata-rata jenis kelamin responden yang kami temui adalah perempuan ibu rumah tangga. Kemudian dari hasil survei tersebut juga kami temukan bahwa masih sedikit sekali responden yang memiliki AC dengan label tanda hemat energi dalam rumah tangga.

Ada juga responden yang memiliki AC dengan label tanda hemat energi, tapi mereka sendiri belum paham arti dan maksud dari label tersebut. Mereka mengatakan, ketika melakukan proses pembelian di toko dan pemasangan di rumah tidak ada upaya sosialisasi dan edukasi baik dari pemilik toko ataupun teknisi yang memasang AC di rumah tentang arti dari label hemat energi tersebut.

Ini sebenarnya perlu menjadi catatan, apakah mereka sebetulnya juga memahami arti dari label hemat energi tersebut atau tidak. 

Adapun beberapa hasil yang kami temui dalam survei tersebut adalah:

A. Jenis kelamin tertinggi dalam survei ini adalah perempuan sebesar 76 persen dan laki-laki sebesar 24 persen dari lokasi yang ditentukan di wilayah DKI Jakarta.

Baca juga : Real Madrid Juara, Toni Kross Sumringah Pensiun

B. Jenis pekerjaan tertinggi adalah ibu rumah tangga sebesar 38 persen dan paling rendah adalah lawyer sebesar 2 persen.

C. Untuk daya listrik responden yang dilakukan survei, tertinggi adalah 1300 VA sebesar 44 persen dan 2200 VA 38 persen. Untuk yang paling rendah adalah 3500 VA sebesar 4 persen.

D. Untuk jumlah AC yang responden miliki dalam rumah tangga, mayoritas responden memiliki setidaknya 1 buah AC di rumahnya sebanyak 72 persen, kemudian responden yang memiliki 2 buah AC sebanyak 14 persen, dan responden yang memiliki 3 buah AC sebanyak 10 persen.

E. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, sebanyak 53,4 persen responden memiliki AC rumah tangga dengan kapasitas ½ PK, kemudian 39,7 persen untuk AC dengan kapasitas 1 PK. Kapasitas  ¾ PK sebesar 4,1 persen sedangkan untuk jumlah 1 ½ PK dan 2 PK sebesar 1,4 persen responden.

F. Untuk ruangan yang dipasang AC tertinggi ada pada ruangan tempat tidur sebesar 84 persen dan paling rendah ada pada ruang keluarga yaitu sebesar 2 persen.

G. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk membeli AC, responden tertinggi berada pada rentang harga Rp 2.000.001-Rp 4.000.000, yaitu sebesar 74 persen. Dan kedua ada pada harga lebih dari Rp 4.000.000, dari hasil survei ditemukan juga responden yang membeli AC dengan harga kurang dari Rp 2.000.000, yaitu sebesar 6 persen

H. Untuk merk AC yang paling banyak digunakan berdasarkan hasil survei adalah merk Sharp sebanyak 24 orang, kemudian LG 9 orang, dan paling rendah ada pada merk electrolux dan toshiba masing-masing 1 orang.

I. Berdasarkan hasil survei, responden yang mengetahui label tanda hemat energi adalah 54 persen dan yang tidak mengetahui sebesar 48 persen. Namun, ketika kami lakukan wawancara mendalam, sebetulnya responden masih belum mengetahui secara rinci apa makna dari tanda label energi tersebut.

J. Berdasarkan hasil survei, orang yang cukup menentukan dalam proses pembelian AC tertinggi ada pada ayah yaitu sebesar 38 persen kemudian ibu 22 persen. Dan paling rendah ada pada anak sebesar 10 persen dan keluarga sebesar 2 persen. 

Baca juga : Gobel Dukung Penertiban Impor Elektronika, Singgung Soal Industrialiasi

K. Menurut hasil survei, mayoritas responden memiliki setidaknya 1 AC dengan label hemat energi yaitu sebesar 44 persen. Namun masih banyak juga responden yang memiliki AC tanpa label tanda hemat energi yaitu sebesar 36 persen. Dari hasil survei dapat disimpulkan bahwa masyarakat cenderung belum mengetahui makna dan arti dari label tersebut.

L. Berdasarkan hasil survei ditemukan bahwa pertimbangan terbesar responden ketika hendak membeli AC tertinggi ada pada pertimbangan besaran daya listrik yang akan digunakan sebanyak 33 orang, kemudian harga yang cenderung lebih murah sebanyak 21 orang dan pertimbangan paling rendah ada pada iklan sebanyak 3 orang. Hal ini karena responden cenderung sudah mencari tahu terlebih dahului mengenai merk AC apa saja yang akan mereka beli.

M. Untuk default setting suhu tertinggi ada pada rendan suhu 16-18 °C sebesar 44 persen, kemudian 19-21°C dan 22-25°C sebesar 18 persen. Berdasarkan hasil survei juga ditemukan bahwa responden tidak mengetahui pasti berapa default setting AC ketika awal membeli dengan jawaban tidak pasti yang cukup tinggi yaitu sebesar 18 persen.

N. Untuk durasi penggunaan AC dalam rumah tangga tertinggi responden menggunakan AC selama 8-12 jam/hari sebesar 40 persen, kemudian 4-8 jam/hari sebesar 30 persen dan 12-24 jam/hari cukup tinggi sebesar 22 persen. Paling rendah ada pada waktu 1-4 jam/hari sebesar 2 persen. 

O. Untuk permasalahan yang paling sering ditemukan ketika responden menggunakan AC ada pada permasalahan AC dirasa tidak dingin yaitu sebesar 35,3 persen kemudian permasalahan pembuangan air AC sebesar 21,2 persen, permasalahan freon habis sebesar 20 persen dan paling rendah ada pada permasalahan pada remot AC sebesar 2,4 persen. 

P. Untuk biaya perawatan yang dikeluarkan responden tertinggi ada pada jumlah Rp 100.001-Rp 150.000, dan paling rendah sejumlah Rp 200.001-Rp 250.000.

Q. Untuk frekuensi perawatan AC yang responden lakukan tertinggi ada pada rentang waktu 1-3 kali dalam 3 bulan sebesar 48 persen dan 1 kali dalam 6 bulan sebesar 44 persen. Dan menurut survei ada responden yang belum pernah melakukan perawatan AC yaitu sebesar 2 persen.

R. Berdasarkan hasil survei, tindakan tertinggi yang dilakukan apabila AC rumah tangga rusak adalah memperbaiki sebesar 48 persen dan paling rendah adalah dibuang sebesar 2 persen.

S. Berdasarkan hasil survei, informasi yang paling dibutuhkan responden adalah informasi terkait dengan harga, kualitas kelebihan dan kekurangan produk yaitu sebesar 27,2 persen, kemudian informasi terkait label tanda hemat energi sebesar 26,3 persen dan paling rendah adalah informasi terkait proses pembuangan AC yang benar sebesar 3,5 persen.

Baca juga : 3 Smartphone Terbaru Sharp Bisa Menjadi Pilihan Konsumen Indonesia

T. Untuk petugas pembersihan AC berdasarkan hasil survei, ditemukan bahwa responden akan menggunakan jasa teknisi untuk melakukan proses tersebut  yaitu sebesar 100 persen, dan tidak melakukannya secara mandiri.

U. Berdasarkan hasil survei responden yang bersedia berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi yaitu sebesar 82 persen dan yang tidak bersedia sebesar 18 persen. Kemudian untuk jenis sosialisasi yang disukai tertinggi ada pada kegiatan webinar yaitu sebesar 32,2 persen. Selain itu juga responden tertarik adanya sosialisasi melalui iklan dan media sosial yaitu sebesar 25,4 persen.

Saran Dan Rekomendasi

Untuk Konsumen, agar lebih kritis lagi saat memilih AC yang lebih baik dengan mempertimbangkan pemilihan AC berlabel hemat energi. Peran konsumen sangat penting dalam hal ini. Konsumen juga perlu memperhatikan suhu awal saat menyalakan AC, jangan terlalu rendah, agar tidak boros energi, dan menjaga dampak negatif terhadap lingkungan.

Sedangkan untuk pelaku usaha agar lebih aktif lagi dalam mempromosikan AC hemat energi. Label AC harus lebih jelas agar konsumen lebih mudah memahaminya. 

Kepada pemerintah sebagai regulator juga harus pro aktif dalam pengawasan di pasaran, agar produk AC yang beredar benar-benar mematuhi aturan.

Oleh: Tulus Abadi

Penulis adalah pengurus harian YLKI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.