Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (11)

Ketika Agama Tidak Lagi Mencerahkan

Kamis, 14 November 2024 06:09 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Di kalangan umat Islam sedang berada di persimpangan jalan. Dalam urusan agama seolah mereka mengesankan agama terlalu dogmatis sementara realitas sosialnya begitu rasional. Agama dirasakannya lebih membatasi sementara realitas kehidupannya begitu liberal.

Agama dikesankan terlalu berorientasi masa lampau sementara lingkungan profesinya sangat berorientasi masa depan. Pranata sosial keagamaan dirasakannya begitu konservatif sementara lingkungan kerjanya sedemikian canggih.

Baca juga : Agama Sebagai Faktor Sentripetal Dan Sentrifugal (2)

Norma-norma agama dirasakannya sedemikian statis dan terkesan kaku sementara dunia kerjanya sedemikian dinamis dan mobile.

Suasana batin keagamaan dikesankan amat tradisional sementara dunia pergaulan seharai-hari di tempat kerja dan lingkungannya sedemikian modern. Kajian-kajian keagamaan dirasakan terlalu tekstual sementara kajian ilmu-ilmu umum sedemikian kontekstual.

Baca juga : Agama Sebagai Faktor Sentripetal Dan Sentrifugal (1)

Pendekatan-pendekatan agama terkesan begitu kualitatif-deduktif sementara pendekatan keilmuan sosial sedemikian kuantitatif-induktif. Split personality ini menurut Clifford Geertz, berpotensi melahirkan berbagai kemungkinan, antara lain: Reformasi sporadis atau gradual, reformasi radikal/liberal, revivalisme-puritanis, revivalisme-radikal, termasuk teroris, atau tidak tahu menahu apa yang terjadi di luar sana.

Semua pihak harus bersama-sama menjadikan agama sebagai sesuatu yang mencerahkan, bukan sebaliknya agama menjadi faktor sentrifugal, yang berpotensi melemahkan sendi-sendi bangsa.

Baca juga : Dari “Islam Arab” Ke “Islam Indonesia”

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Kamis, 14 November 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (11), Ketika Agama Tidak Lagi Mencerahkan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.