Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (15)

Antara Politik Islam Dan Islam Politik

Senin, 18 November 2024 05:40 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
“Belangnya” lembaga survei pernah dibongkar oleh Darel Huff, penulis asal Amerika Serikat, dalam bukunya yang berjudul “How to lie with statistics”, yang terjemahan bahasa Indonesianya “Berbohong dengan Statistik”. Kecurigaan publik semakin besar karena adanya fakta sebagian lembaga survei merangkap sebagai konsultan politik. Fakta ini bahkan diakui oleh beberapa lembaga survei besar.

Agar kecurigaan di publik tidak menjadi liar, sebaiknya lembaga survei dapat menjelaskan mengapa hasil penelitian yang mereka lakukan berbeda satu sama lain.

Baca juga : Rekonstruksi Tradisi Keagamaan

Lembaga survei harus mampu menjelaskan metodologi dan metode pengambilan sampel dalam survei yang mereka lakukan. Mereka harus memastikan kepada publik bahwa sampel yang dicuplik tidak bias, sebarannya sesuai demografi, dan benar-benar mewakili populasi.

Jadi, dalam rilis hasil survei yang dilakukan, lembaga itu tidak hanya menampilkan angka-angka bahwa calon tertentu unggul.

Baca juga : Belajar Kearifan Dari The Founding Fathers

Tampilkan juga secara gamblang metodologi yang mereka gunakan, sampel-sampel yang mereka cuplik, berikut sebaran dari sampel tersebut. Dengan begitu, publik dapat tercerahkan, bahwa perbedaan hasil survei adalah hal yang wajar karena adanya perbedaan metodologi dan cara pengambilan sampel.

Untuk menentukan akurasi dan kepresisian lembaga survei, memang belum bisa dilakukan saat ini. Kita baru bisa menilai dengan hasil quick count mereka, yang dilakukan setelah pencoblosan nanti.

Baca juga : Mengindonesiakan Umat Beragama

Jika hasil quick count lembaga-lembaga survei itu mendekati hasil penghitungan yang dilakukan KPU, reputasi mereka akan tetap terjaga. Tapi jika melenceng jauh, seperti halnya satu lembaga survei pada Pilpres 2014, kepercayaan publik akan hilang ke lembaga tersebut. 

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Senin, 18 November 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (15), Antara Politik Islam Dan Islam Politik"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.