Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Untuk jihad berlaku sebuah motto: ‘isy kariman au mut syahidan (hidup mulia atau mati syahid). Tidak heran jika ada perang membela jalan Tuhan selalu ramai dan bahkan dicari. Dalam lintasan sejarah perang agama, seringkali orang-orang yang tampil paling depan ialah mereka yang bukan praktisi agama, seperti para ulama atau pemimpin agama, tetapi pemeluk agama yang biasa dan mungkin di antara mereka ada yang berlumuran dosa. Mereka berharap menjadi syuhada, mati di dalam membela agama Tuhan, untuk menebus dosa masa lampau dengan cara menjadi syahid.
Para teroris tidak semuanya ahli ibadah yang tekun menjalankan amalan wajib dan sunnat, tetapi sebagian di antaranya terbebani dengan dosa besar masa lampau, sehingga mereka ingin menebusnya dengan mati syahid. Masalahnya ialah mereka menilai mati dengan meledakkan diri bersama bom ditujukan kepada sekutu-sekutu kaum kafir dianggap pula mati syahid.
Baca juga : Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Bahasa Agama
Padahal boleh jadi mereka hanya mati konyol bukan mati syahid. Kategori syahid kriterianya sangat panjang. Yang pasti tidak boleh nekat melibatkan diri di dalam suatu peran yang mengancam jiwa, seperti meledakkan diri dengan bom untuk membunuh musuh.
Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah mencontohkan suatu kejadian yang dapat membenarkan bom bunuh diri atau semacamnya. Bahkan dalam hadis ditemukan orang yang bunuh diri sama dengan mati kafir.
Baca juga : Antara Bahasa Negara Dan Bahasa Agama
Orang yang nekat dapat dianalogikan dengan bunuh diri dan orang bunuh diri dianggap mati kafir, dan orang kafir tidak boleh dishalati. Itulah sebabnya ada fatwa yang pernah menyatakan jenazah para teroris tidak perlu diurus secara Islam karena perbuatannya sudah keluar dari koridor Islam.
Pembakar emosi umat tidak akan pernah hilang. Semenjak masa Nabi sampai sekarang selalu ada saja orang yang menjadi faktor dalam terbakarnya emosi umat. Salah satu contohnya ialah pembuatan film The Innocence of Muslim dan film Fitnah serta beberapa film kartoon yang pernah membuat kemarahan umat Islam di seluruh dunia.
Baca juga : Negara Dan Aliran Sesat
Semua bentuk penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW selalu membangkitkan emosi destruktif umat.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 23 November 2024 dengan judul "Beragama dalam Keberagaman (20) Antara Syahid Dan Patriot"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.