Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (38)

Keberadaan Sidulur Sikep (Samin)

Kamis, 12 Desember 2024 05:45 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Inti ajaran Samin antara lain nilai-nilai luhur kejujuran, kesederhanaan, kebersamaan, keadilan, dan kerjasama saling gotong-royong. Samin belum ditemukan memiliki kitab suci khusus, bahkan pada umumnya pengikutnya masih buta huruf.

Mereka masih terlena terhadap pesan leluhur yang diduga provokasi pemerintah kolonialisme Belanda yang melarang warga setempat untuk sekolah, cukup berpegang kepada nilai-niliai luhur nenek moyang mereka saja.

Baca juga : Keberadaan Kejawen Ajaran Ki Ageng Suryomentaram

Warisan nilai-nilai leluhur diperoleh melalui oral traditions dari mulut ke mulut. Setiap hari komunitas Samin cukup melakukan sembahyang dengan cara melakukan meditasi menghadap ke timur sekitar 3 menit. Niat sembahyangnya ialah: Ingsung wang wung durung dumadi konone namung gusti.

Umumnya komunitas Samin masih memilih afiliasi keagamaan kepada Islam seperti tercermin di kalangan mereka masih banyak mengisi kolom agamanya di KTP dengan agama Islam.

Baca juga : Keberadaan Brayat Agung Mojopahit

Hal yang perlu dicatat dari kelompok ini ialah menganjurkan kepada warganya untuk tidak membayar pajak kepada pemerintah kolonialisme Belanda. Namun ajaran seperti ini sebaiknya jangan lagi dilakukan di zaman kemerdekaan, karena pajak kegunaannya ialah memberikan penguatan kepada warga bangsa Indonesia.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Kamis, 12 Desember 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (38) Keberadaan Sidulur Sikep (Samin)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.