Dark/Light Mode

Beragama Dalam Keberagaman (47)

Agama Cina Hakka Di Singkawang

Selasa, 31 Desember 2024 06:29 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Inti agama atau kepercayaan mereka sesungguhnya lebih kepada kelanjutan tradisi nenek moyang mereka dari daerah leluhurnya di Cina. Seringkali pengamalan tradisi spiritual Cina memiliki kesamaan dengan tradisi masyarakat di daratan Cina.

Lihatlah misalnya tradisi Cap Go Meh, atraksi Thatung atau loya dan pembakaran petasan dan kembang api. Sesungguhnya itu bukan sekedar hiburan tetapi sekaligus merupakan upacara ritual untuk menghargai leluhur mereka.

Baca juga : Saksi Yehova

Data-data mengenai awal kehadiran komunitas Cina Hakka di Indonesia belum jelas secara pasti. Hanya ada beberapa catatan yang pernah diperoleh dari seorang warga Inggeris bernama Earlke.

Saat ia berkunjung ke Monterado, di Kalimantan Barat menyebut bahwa, dalam abad ke 18 sudah menjumpai komunitas Cina di Singkawang. Hanya saja ada dua suku Cina waktu itu, yaitu Teouchiu dan Hakka.

Baca juga : Aliran Semulajadi

Yang pertama datang dari arah Selatan, provinsi Guandong dan yang kedua datang dari dataran rendah yang lebih miskin masih wilayah Guandong. Meskipun keduanya berbeda suku tetapi tampaknya tradisi yang mereka usung adalah sama, meskipun ada variasi yang sedikit berbeda satu sama lain.

Populasi komunitas Cina Hakka di Singkawang tidak diperoleh angka yang jelas. Namun ada angka sensus yang diperoleh tahun 1930, bahwa komunitas Cina Hakka berjumlah 38.313 jiwa dan Cina Teouchiu sebanyak 21.699 jiwa.

Baca juga : Agama Tolotang

Tentu saja sekarang sudah sangat berbeda karena selisih waktunya juga sangat berbeda. Yang pasti agama dan kepercayaan serta tradisi mereka masih terus dipertahankan secara turun temurun.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 31 Desember 2024 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (47) Agama Cina Hakka Di Singkawang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.