Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Radikaliseme juga bisa muncul dalam bentuk pasar bebas yang berusaha mempengaruhi berbagai kalangan masyarakat, termasuk pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat lokal untuk memberikan pengakuan terhadap kekuatan era pasar bebas. Mereka mengesankan bahwa pasar bebas adalah solusi terbaik bagi semua bangsa yang ingin bertahan di abad 21 ini. Mereka yang menolak akan digilas oleh roda-roda gila pasar bebas itu sendiri.
Baca juga : Dekadensi Atau Pembengkakan Kualitas?
Apapun bentuknya, radikalisme tidak sesuai dengan kondisi obyektif bangsa Indonesia yang beradab dan berperadaban santun. Atas nama apapun radikalisme tidak ada tempatnya di Indonesia. Jika ada suatu gagasan, sebagus apapun gagasan itu, akan tetapi menggunakan cara-cara radikal maka perlu dipikirkan untuk ditolak, karena jelas tidak sejalan dengan nilai luhur agama dan bangsa Indonesia.
Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 2)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 3 Maret 2025 dengan judul "Moderasi Beragama Di Indonesia (39) Menyikapi Kelompok Radikal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.