Dark/Light Mode

Keajaiban Al-Qur`an (18)

Neurologi Wudhu

Jumat, 21 Maret 2025 06:22 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Kalangan ulama tasawuf melihat dari sudut lain, yaitu organ tubuh yang dibasuh di dalam berwudhu ternyata organ paling berpotensi berbuat dosa, seperti daerah muka yang menghimpun panca indera. 

Mulut bisa menjadi titik masuk untuk sejumlah dosa, seperti makan dan minum sesuatu yang haram atau syubhat, membicarakan aib orang lain, menghardik, memfitnah, dan memaki-maki. Mata dan telinga juga sangat sensitif. 

Baca juga : Konsep Pascapanen Nabi Yusuf

Perbuatan zinanya mata melihat sesuatu yang haram, kata Rasulullah. Tangan sulit kita kontrol apa saja yang pernah dipegang, ditanda-tangani, ditunjuk, dan mungkin dipukul. 

Demikian pula kaki, kita tidak bisa mengontrol sepenuhnya ke mana saja kaki gentayangan setiap hari. Seberapa sering kita gunakan melangkahkan ke jalan yang benar atau ke jalan yang sesat.

Baca juga : Asas Nullun Delictum Nabi Yusuf

Jika kita menjalankan wudhu secara konsisten, yaitu membasuh air sejuk kepada organ tubuh yang dianggap simpul-simpul saraf paling sensitif, maka akan memberikan efek shock therapy berupa peningkatan kesadaran (thuma’ninah), penurunan gelombang otak dari suasana beta ke suasana alfa, suasana yang diperlukan untuk menciptakan suasana batin yang hening, tenang, dan khusyuk.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 21 Maret 2025 dengan judul "Keajaiban Al-Qur’an (18) Neurologi Wudhu"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.