Dark/Light Mode

Berguru Kepada Impersonal Teachers (4)

Berguru Kepada Burung Gagak

Sabtu, 3 Mei 2025 05:34 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Penyesalan selalu datang terlambat dan perbuatan dosa pasti selalu menyiksa dan membuat gelisah. Keadaan seperti inilah yang dialami Qabil setelah membunuh saudaranya, Habil, yang merupakan pembunuhan pertama jenis manusia di muka bumi ini. Karena itu, Habil dikecam dalam Al-Qur’an: “Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi” (QS Al-Maidah/ 5:30).

Kehadiran burung gagak menginspirasi Qabil untuk melakukan sesuatu yang bersifat lebih manusiawi kepadanya. Ia bertambah malu karena ternyata yang mengajarinya kearifan adalah seekor burung. Benar firman Allah bahwa terkadang manusia lebih hina daripada binatang (asfala safilin), meskipun manusia juga terkadang lebih mulia dari malaikat (ahsan taqwim).

Baca juga : Berguru Kepada Burung Hud-hud

Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (QS Al-A’raf/ 7:179).

Dari kisah tersebut di atas dapat difahami bahwa Qabil mendapatkan pelajaran atau inspirasi dari burung gagak untuk menyelesaikan problem yang sedang dihadapinya. Seperti kita tahu bahwa usia binatang dan burung-burung lebih tua dari usia manusia. Wajar jika pengalaman makhluk yang lebih tua memberikan pengalaman kepada makhluk lain yang lebih muda. Sungguhpun Qabil adalah manusia dan burung gagak adalah salah satu jenis binatang, tetapi Allah SWT membuktikan pernyataannya bahwa antara sesama makhluk harus tolong menolong dan tidak boleh memperhadap-hadapkan diri satu sama lain. Memang manusia diciptakan sebagai khalifah tetapi status kekhalifahan manusia bukan “SIM” untuk merusak dan mengacak-acak makhluk lainnya. Allahu Akbar.

Baca juga : Berguru Kepada Pohon (Bagian 2)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 3 Mei 2025 dengan judul "Berguru Kepada Impersonal Teachers (4) Berguru Kepada Burung Gagak"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.