Dark/Light Mode

Epidemi dalam Al-Quran (5)

Epidemi Unta

Senin, 17 Februari 2020 06:45 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - “Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu.

Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. Al-A’raf/7:73).

Ayat tersebut mengisahkan peristiwa Bani Tsamud, disinggung sebanyak 26 kali di dalam Al-Qur’an, dan banyak diuraikan secara panjang lebar di dalam buku-buku hadist.

Sebagaiman yang diceritakan sendiri di dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Shaleh diutus Allah kepada kaum Tsamud supaya menyembah hanya kepada Allah semata.

Baca juga : Epidemiologi Talut-Jalut (2)

Tsamud beserta kaumnya meminta bukti kebenaran akan adanya Tuhan Yang Maha Kuasa dengan cara memunculkan seekor unta betina yang hamil besar.

Berkat do’a Nabi Shalih unta yang dimaksud tiba-tiba keluar dari dalam sebuah batu. Tetapi mu’jizat Nabi Shalih tersebut sebagai perbuatan sihir (QS. 26:153).

Kemudian unta itu mereka bunuh secara beramai-ramai lalu dagingnya dibagi-bagikan kepada kaumnya, sebagi bentuk pengingkaran secara demonstratif terhadap Nabi Shalih dan misi tauhid yang dibawanya.

Tidak lama setelah itu, turunlah azab tuhan dalam bentuk epidemi yang teramat mengerikan, sebagaimana dis- ebutkan dalam al-Qur’an: “Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat mereka”.

Baca juga : Epidemiologi Talut-Jalut (1)

Dalam redaksi lain dikemukakan: “Dan suatu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya”.

Sebelum azab tersebut diturunkan, terlebih dahulu diawali oleh gejala-gejala aneh yang berlangsung selama tiga hari (QS.11:64), yang dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa ketika kelompok yang terdiri dari sembilan orang pembantu Nabi Shalih, mereka berpandangan, lalu dilihat wajah mereka berubah menjadi warna kuning seperti dilumuri kunyit di hari pertama, pada hari kedua, badan mereka berubah menjadi merah bagaikan dilumuri darah.

Dan pada hari ketiga badan mereka berubah lagi menjadi hitam, selama tiga hari berturut-turut kaum Tsamud saling berpandangan dan saling mencemaskan menunggu ujung hari ketiga yang telah diperingatkan kepada mereka.

Sementara itu Nabi Shalih bersama pengikutnya yanng setia segera meninggalkan tempat itu menuju suatu temapt di negeri Syam. Pada hari selanjutnya, kaum Tsamud sudah mengurung diri di rumah masing- masing sambil menunggu siksaan dalam bentuk apa lagi yang akan ditimpakan kepada mereka.

Baca juga : Apa Itu Epidemi? (1)

Ketika matahari mulai muncul di pagi hari, mereka diperdengarkan suara gemuruh yang teramat dahsyat kemudian mereka menjadi mayat-mayat bergelimpangan di rumah-rumah mereka. (QS.7:78, 11:67). ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.