Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (60)

Belajar dari Baitul Hikmah: Awal Kebangkitan Baru

Rabu, 15 Oktober 2025 05:41 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dalam kajian ilmu-ilmu naskah (seperti filologi, hadis, dan fikih), patut diapresiasi karena keberlanjutannya tetap terjaga berkat mobilitas ulama dan jaringan ijāzah. Namun, keragaman sumber menjadi berkurang karena banyak manuskrip yang musnah. Ketegangan antara kehilangan naskah dan kesinambungan intelektual tampak seimbang.

Meski demikian, kerusakan terhadap naskah serta kehancuran pranata budaya dan keilmuan di Bagdad menjadi faktor utama melemahnya studi tekstual dan memori ilmiah peradaban Islam.

Baca juga : Pasca Hulagu Khan: Pergeseran Peta Kekuatan Intelektual Islam

Pada perkembangan selanjutnya, konsep “stagnasi menyeluruh” pasca-1258 perlu ditinjau ulang, karena banyak cabang ilmu yang justru bertahan atau bertransformasi melalui kemunculan cendekiawan-cendekiawan Muslim baru.

Patronase ilmiah pun berpindah ke Marāgha, Tabriz, dan kemudian ke wilayah Timuriyah seperti Samarkand dan Herat. Jaringan ulama lintas kota serta teknologi kertas tetap menyebar di dunia Islam non-Irak.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pasca Hulagu Khan

Meski terjadi kehancuran besar, dunia keilmuan Islam tidak sepenuhnya padam. Justru ilmu pengetahuan berpindah dan menemukan pusat-pusat baru, bahkan berkembang di bawah patronase para penguasa Mongol yang kemudian memeluk Islam.

Cendekiawan dan ulama yang selamat dari kehancuran Bagdad bermigrasi ke wilayah-wilayah Islam lain yang lebih aman, sambil membawa tradisi keilmuan dan manuskrip yang berhasil diselamatkan.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pra Hulagu Khan

Pusat-pusat keilmuan baru pun bermunculan dan menguat, seperti di Mesir di bawah Kekhalifahan Mamluk. Kairo dan Damaskus menjadi tempat berlindung sekaligus pusat kebangkitan bagi banyak ilmuwan. Di wilayah Anatolia, Persia, dan India, madrasah serta pusat-pusat pembelajaran turut menerima dan melanjutkan estafet tradisi keilmuan Islam.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 15 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (60), Belajar dari Baitul Hikmah: Awal Kebangkitan Baru"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.