Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kunjungan keempat Presiden Prabowo ke lokasi bencana di Kabupaten Padang Pariaman membuktikan negara hadir dalam penanganan bencana. Namun di sisi lain, ruang publik dan media sosial dipenuhi dengan narasi negara lamban dalam pemulihan bencana. Apa yang melatarbelakangi publik menyudutkan kinerja pemerintah?
“Apa perlu minta tolong Bandung Bondowongso, Mo?" celetuk Petruk cengengesan. Romo Semar tidak serta merta menanggapi ucapan Petruk. Romo Semar sedang sedih dan prihatin melihat cara komunikasi pejabat publik yang suka slengekan dan nirempati terhadap para korban bencana.
Perilaku pejabat publik suka “kagetan” dan “gumunan”. Di saat para korban bencana mengais sesuap nasi, justru ada pejabat pamer kemewahan sambil mengisap sebatang cerutu. Bermain golf menikmati indahnya “ Par” di tengah saudara-saudara kita sedang terpapar.
Baca juga : Semar Mitigasi Bencana Amarta
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Pisang rebus dan tape uli menambah nikmatnya sarapan pagi ala Pedepokan Klampis Ireng. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman madya. Di mana, pemuda sakti dari kerajaan Pengging berhasil membangun candi dalam semalam.
Kocap kacarito, Bandung Bondowongso adalah pangeran dari kerajaan Pengging sekitar wilayah Boyolali Jawa Tengah. Bandung Bondowongso selain sakti mandraguna, memiliki ajian Bala Sewu. Yaitu pasukan jin yang jumlahnya ribuan. Ajian Bala Sewu tidak kasat mata. Sehingga waktu dirapal mantranya sangat merepotkan pihak lawan.
Dalam invasi Pengging melawan kerajaan Baka, Bandung Bondowongso berhasil mengalahkan Prabu Boko. Raja berwujud raksasa tersebut tidak mampu melawan kesaktian ajian Bala Sewu. Wilayah kerajaan Baka jatuh di bawah kekuasaan Pengging.
Baca juga : Kearifan Membaca Tanda-Tanda Alam
Prabu Boko memiliki putri cantik yang bernama Roro Jonggrang. Bandung Bondowongso jatuh hati kepada Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang menolak halus lamaran pemuda Pengging. Roro Jonggrang masih menyimpan dendam kepada pembunuh orang tuanya tersebut.
Roro Jonggrang bersedia menjadi istri Bandung Bondowongso namun dengan syarat dibuatkan candi berjumlah seribu. Sedangkan pembangunan candi hanya dalam waktu satu malam. Walaupun sangat berat syarat yang diajukan Roro Jonggrang, Bandung Bondowongso memenuhi permintaan Roro Jonggrang.
Bandung Bondowongso merapal ajian Bala Sewu dan memanggil kekuatan jin untuk pembangunan seribu candi dalam semalam. Bandung Bondowongso hampir berhasil memenuhi seribu candi. Namun Roro Jonggrang berbuat curang. Roro Jonggrang bersama para kawula sekitar Prambanan membuat fajar palsu. Akibatnya para jin ketakutan dan memilih bubar. Pasukan jin mengira hari sudah pagi.
Baca juga : Pesan Dari Kawah Jonggring Saloka
“Lalu hubungannya apa dengan kinerja pemerintah dalam penanganan bencana, Mo?" sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Maunya rakyat pemerintah gesit seperti Bandung Bondowongso," jawab Romo Semar pendek.
"Pemulihan bencana tidak seperti pembangunan candi. Perlu planning dan koordinasi yang jelas. Presiden cukup mengutus satu pejabat setingkat Menko untuk berkantor di Sumatera. Sehingga apa yang diputuskan Presiden dapat diimplementasikan sesuai dengan tata waktu di lapangan,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.